Bupati : WWF - Disbuntanakan Harus Analisis Lahan Dulu
01 Juni 2011 Admin Website Artikel 279
SENDAWAR - Hadirnya investor perkebunan kelapa sawit di Kubar didukung oleh pemerintah. Namun pembukaan lahan harus memperhatikan keberlangsungan lingkungan. Hal ini ditegaskan  Bupati Kubar Ismail Thomas di workshop pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, yang digelar  World Wildlife Fund (WWF) Indonesia di ruang diklat lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Selasa (31/5) kemarin. Hadir sekitar 50 peserta dari kalangan perusahaan kelapa sawit di Kubar, pemerintah, dan masyarakat.

Workshop ini adalah bentuk kerja sama pemerintah dengan WWF terkait  pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan areal kelapa sawit. Pengembangan perkebunan kelapa sawit, kata Ismail Thomas, dapat  memberikan keuntungan kepada semua pihak terkait. Terutama masyarakat, yakni dengan terbukanya lapangan pekerjaan.

“Di sisi lain,  Kalimantan kaya akan satwa dan tumbuhan liar yang dilindungi. Untuk itu saya sangat mengharapkan agar satwa dan tumbuhan liar tersebut tidak musnah saat pembukaan  perkebunan,” tegas Ismail lagi.

Dikatakannya, pemerintah melalui WWF mengharapkan agar setiap perusahaan yang nantinya bertanggung jawab dapat mengikuti peraturan dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga  pembangunan ekonomi tersebut dapat berjalan secara sinergis. Pembangunan perkebunan kelapa sawit bertujuan tidak ada lagi lahan yang terlantar. “Untuk itu sangat diperlukan niat baik dari para investor,” tegasnya.

WWF  akan menjadi pelaksana sertifikasi pembangunan Kubar dalam hal perkebunan kelapa sawit, dan membantu peran perkebunan tidak hanya di wilayah regional saja tetapi sampai internasional. Untuk itu, bupati berharap WWF akan mengajak Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan (Disbuntanakan) bekerja sama dalam menganalisis lahan mana yang cocok dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut, terwujud pembangunan yang berjalan harmonis dan ramah lingkungan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 1 JUNI 2011

Artikel Terkait