Petani Harus Manfaatkan Informasi Pasar dan Teknologi
08 Juni 2014 Admin Website Berita Daerah 294
Petani Harus Manfaatkan Informasi Pasar dan Teknologi
BALIKPAPAN. Plt Sekretaris Provinsi Kaltim Dr H Rusmadi dalam dialog dengan peserta Penas KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) mengemukakan banyak hal yang dapat digunakan dan dimanfaatkan petani untuk meningkatkan usaha serta pendapatan.

Diantaranya, memanfaatkan informasi pasar dan teknologi guna mencapai peningkatan produksi. Terutama melalui perkembangan harga dan permintaan komoditi potensial melalui informasi media baik cetak  maupun elektronik.

Menurut Rusmadi, saat ini kemajuan teknologi informasi mampu memberikan dampak positif bagi yang menggunakannya secara baik. "Negara maju sudah memanfaatkan IT untuk  berbagai kegiatan. Hendaknya petani Kaltim juga mengikutinya," ujar Rusmadi saat pelepasan Kontingen Penas Kaltim Kaltara di Embarkasi Haji Batakan Balikpapan, Kamis (5/6).

Terlepas dari hal tersebut lanjut Rusmadi, guna meningkatkan produksi dan produktvitas pertanian maka perlu perhatian bersama untuk memanfaatkan potensi lahan dan air serta tidak menyia-nyiakan sumber daya yang tersedia tetapi diolah dan dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan usaha pertanian.

Terlebih lagi mampu meningkatkan intensitas penanaman dari satu menjadi dua atau tiga kali tanam pertahun. "Para petani jangan cepat merasa puas dengan hanya berproduksi tetapi optimalkan peluang untuk meningkatkan produski dan produktivitas hasil usaha," imbaunya.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas produksi hendaknya menggunakan benih atau bibit unggul, pupuk berimbang (pupuk organik lebih baik), atur jarak tanam dan pengendalian penyakit serta kelola pengairan yang baik.

Memperkuat  dan memberdayakan organisasi, kelompok maupun dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Aktif dan mengembangkan organisasi sehingga keberadaan kelompok bukan saja penting untuk membantu pengerjaan lahan tetapi  menjadi modal untuk pinjaman dan bantuan.

Rusmadi menegaskan pemerintah terus mendorong korporasi dalam peningkatan produksi. Mengingat kemampuan produksi pemerintah bersama swadaya masyarakat maupun petani masih terbatas bahkan belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi.

Pemerintah akan terus mendorong kemandirian pangan dengan memanfaatkan skala ekonomi dan potensi Kaltim yang masih sangat terbuka.

"Kami dukung berkembangnya investasi. Saya sarankan segeralah  berinvestasi  petani sebelum pihak swasta mengambil peluang itu," ajaknya.

Menjawab pertanyaan para petani, Sekprov mengharapkan agar petani mengamankan dan melindungi lahan potensial yang mereka miliki. Di beberapa Negara berkembang, usaha korporasi tidak jarang menimbulkan masalah pencaplokan dan pengambil alihan lahan.

"Saya berharap hal ini tidak tejadi di Kaltim maupun Kaltara. Karena itu perjelas batas tanah dan status kepemilikan lahan melalui sertifikasi lahan agar tidak membuka peluang terhadap hal-hal yang merugikan petani selaku pemilik lahan," tegas Rusmadi. (yans/sul/es/hmsprov)

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM


Artikel Terkait