Ekspor Produk Hilir CPO ke India Diprediksi akan Anjlok
26 Juli 2012 Admin Website Artikel 282
JAKARTA. Berlakunya aturan bea masuk impor produk turunan kelapa sawit oleh Pemerintah India membuat ekspor Indonesia turun. Pasalnya India merupakan salah satu negara pengimpor CPO utama  maupun produk turunannya  dari Indonesia.

Sampai Juni tahun ini sebagai contoh, Ekspor CPO dan produk turunannya ke India mencapai 2,5 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 1,43 juta ton berupa CPO dan 1,1 juta ton merupakan produk refinery CPO. Bahkan dari total produksi CPO Indonesia pada tahun lalu yang mencapai 25 juta ton, sebanyak 30% di ekspor ke India.

Sekedar mengingatkan, Pemerintah India berencanan meningkatkan tarif bea masuk dua kali lipat untuk produk turunan CPO yaitu dari 13% menjadi 26%.

Keinginan India untuk menerapkan bea masuk produk turunan CPO  merupakan respon dari Pemerintah India atas pemberlakuan kebijakan Bea Keluar CPO Indonesia secara progresif.

Fadhil Hasan Direktur Eksekutif GAPKI mengatakan kebijakan India tersebut akan berdampak pada ekspor produk turunan CPO Indonesia. Menurut Fadhil lonjakan bea masuk tersebuakan memukul ekspor produk turunan CPO. Akibatnya, Industri hilir CPO Indonesia yang saat ini sedang berkembang pesat juga akan terpukul.

Namun demikian, untuk perusahaan yang lebnih banyak menjual produknya di pasar dalam negeri tentu tidak akan berpengaruh besar. Selain CPO, beberapa tahun belakangan ini Indonesia juga mengenakan BK progresif untuk kakao. Tujuannya untuk memacu industri hilir dalam negeri agar lebih menghasilkan nilai tambah lebih besar.

DIKUTIP DARI KONTAN, RABU, 25 JULI 2012

Artikel Terkait