Pelatihan Pengawalan Kegiatan Integrasi Sawit dan Sapi
24 Juli 2012 Admin Website Artikel 298

SAMARINDA. Pengembangan program integrasi kelapa sawit dengan sapi di Kaltim mempunyai peluang dan potensi sangat prospektif, apalagi ditinjau dari aspek luasan tanaman kelapa sawit dan permintaan, kebutuhan serta ketersediaan sapi yang terus meningkat.

"Program integrasi sapi dan sawit sangat potensial di Kaltim, terlebih dengan program prioritas pengembangan Sejuta Hektar Sawit, tentu kegiatan usaha ini sangat terbuka bagi masyarakat, guna peningkatan kesejahteraan", kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim,diwakili Kepala Bidang Pengembangan Bambang F. Fallah, kemarin.

Menurutnya, kegiatan integrasi sawit dan sapi tahun 2013 ini telah siap dilaksanakan oleh kelompok tani Gemah Ripah dari desa Gunung Makmur, kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara.

Dalam rangka mendukung kegiatan tersebut, kata dia, pihaknya melaksanakan kegiatan pengawalan integrasi sawit dengan sapi yang diselenggarakan Rabu, (18/7) pekan lalu.

"Secara umum, pelaksanaan integrasi sawit dan sapi telah siap. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan petani yang berjumlah 21 orang ini perlu ditingkatkan melalui kegiatan pengawalan integrasi sawit dan sapi", ungkap Bambang.

Diterangkan, secara umum dalam pola integrasi ini, tanaman kelapa sawit sebagai komponen utama, sedangkan ternak sebagai komponen pelengkap. Limbah kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, diantaranya pelepah sawit, lumpur sawit dan bungkil inti sawit.

Sedangkan ternak sapi bisa dimanfaatkan sebagai penarik gerobak maupun mengangkut hasil panenan kelapa sawit dan kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Sehingga mampu menghemat biaya produksi dan juga dimanfaatkan sebagai biogas untuk mencukupi kebutuhan energi masyarakat di sekirat perkebunan sawit.

"Program integrasi sawit dan sapi dapat mendukung program swasembada daging sapi di Kaltim bahkan nasional. Selain itu, program ini dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan energi bagi masyarakat di sekitar lokasi perkebunan dengan teknologi biogas. Hingga kini pembangunan biogas Kaltim pada tahun 2006 - 2011 mencapai 130 unit", urai Bambang.

Ditambahkannya, dengan adanya kegiatan ini, membuka wawasan kelompok tani Gemah Ripah mengenai pemanfaatan limbah perkebunan dan kotoran ternak, sehingga terjadi pula peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi integrasi sapi - sawit, termasuk pendapatan petaninya. (rey)

SUMBER : BIDANG PENGEMBANGAN


Artikel Terkait