2016, Kaltim Miliki 87 Pabrik Minyak Kelapa Sawit
21 Desember 2015 Admin Website Berita Kedinasan 291
2016, Kaltim Miliki 87 Pabrik Minyak Kelapa Sawit

SAMARINDA. Tahun 2016 mendatang, sebanyak 26 pabrik kelapa sawit direncanakan dibangun di Kaltim. Dengan rencana tersebut menambah jumlah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kaltim menjadi 87 pabrik.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Hj. Etnawati didampingi Kepala Bidang Usaha, H. Mohammad Yusuf, mengatakan hingga akhir 2015, Kaltim telah memiliki 61 pabrik pengolahan minyak sawit yang telah beroperasi dengan kapasitas secara keseluruhan 3.335 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

"61 pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut tersebar di wilayah kabupaten se Kaltim. Yakni di Kabupaten Paser 18 pabrik, Penajam Paser Utara (PPU) 3 pabrik, Kutai Timur 22 pabrik, Kutai Kartanegara 10 pabrik, Kutai Barat 1 pabrik dan Berau 7 pabrik," sebut Etnawati, di Samarinda, Senin (21/12).

Sedangkan rencana penambahan 26 pabrik dimaksud dengan kapasitas produksi 1.140 ton tandan buah segar (TBS) setiap jam sehingga menjadi 87 pabrik. Pembangunan tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser dan Berau.

"Dari segi ekonomis mereka sudah layak mempunyai pabrik sendiri karena sekarang masih mengirim hasil panennya ke perusahaan lain yang sudah memiliki pabrik. Kita berharap agar pabrik perkebunan sawit siap beroperasi tahun depan," harap Etnawati.

Disebutkan, saat ini untuk seluruh wilayah atau daerah sentra perkebunan sawit di kabupaten dan kota se Kaltim terdapat 301 perusahaan sawit dengan 199 Ijin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 2,54 juta hektare dan 124 Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1,05 juta hektare.

Untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim khususnya dari subsektor perkebunan, Disbun Kaltim menggalakkan kegiatan kemandirian warga serta sistem plasma melalui kemitraan dengan perusahaan kelapa sawit sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98 tahun 2013.

Perkebunan swadaya masyarakat dan plasma yang sudah terbangun mencapai 109.166 hektare, baik yang dikelola secara mandiri di lahan milik warga masyarakat maupun kebun kemitraan masyarakat dengan perusahaan besar swasta/negara. (rey/disbun)

SUMBER : BIDANG USAHA


Artikel Terkait