(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

UPTD P2TP Bangun Tim Lapangan untuk Cegah Serangan OPT

15 Agustus 2025 Afif Berita Daerah 603
UPTD P2TP Bangun Tim Lapangan untuk Cegah Serangan OPT

BALIKPAPAN. Upaya perlindungan tanaman perkebunan di Balikpapan kini memasuki babak baru. UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Regu Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) selama dua hari, 13–14 Agustus 2025, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karang Joang.

Kegiatan ini diikuti anggota Kelompok Tani Teritip dan Kelompok Tani Karang Joang, sebagai langkah strategis membentuk tim lapangan yang sigap dan terlatih dalam mencegah serta mengatasi serangan OPT.

Bimtek menghadirkan narasumber Edy Rosman, Fasilitator Daerah (Fasda) Provinsi Kalimantan Timur, yang membagikan ilmu dan pengalaman terkait pengendalian OPT secara terpadu.

Hadir pula perwakilan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Dwi Hamdoro Sunu, didampingi Koordinator BPP Karang Joang, Ika Restiawati, serta Koordinator Teritip, Hotigoran Roy.

Kepala UPTD P2TP Disbun Kaltim, Ruspiansyah, secara resmi membuka kegiatan sambil menegaskan pentingnya membangun kapasitas petani untuk menjadi garda terdepan perlindungan tanaman.

“OPT merupakan ancaman nyata yang dapat merusak produktivitas dan mengganggu keberlanjutan usaha perkebunan. Regu Pengendali yang kita bentuk harus mampu bertindak cepat, tepat, dan berbasis pengetahuan teknis,” tegas Ruspiansyah dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan RPO di tingkat tapak akan memperkuat sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dalam menjaga ketahanan perkebunan di wilayah Balikpapan.

Materi Bimtek disusun secara komprehensif, mencakup teknik pengendalian OPT terpadu, penguatan kelembagaan petani agar mampu menjalankan fungsi RPO, hingga pelatihan teknis identifikasi hama dan penyakit tanaman.

Peserta juga mempraktikkan simulasi penggunaan alat dan bahan pengendalian OPT di lapangan, mulai dari teknik penyemprotan yang tepat hingga pengaturan dosis pestisida ramah lingkungan.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembentukan Regu Pengendali OPT Balikpapan, gabungan Kelompok Tani Teritip dan Karang Joang, dengan Warsito terpilih sebagai ketua.

Hasil kegiatan menunjukkan kemajuan signifikan. Peserta tidak hanya memahami konsep identifikasi dan pengendalian OPT, tetapi juga mampu mengoperasikan peralatan secara mandiri.

RPO yang baru terbentuk langsung menyusun rencana kerja awal untuk fokus pengendalian di wilayah Teritip dan Karang Joang.

Ruspiansyah berharap, RPO ini dapat menjadi benteng pertama dalam mencegah serangan OPT, memastikan tanaman tetap sehat, dan produksi perkebunan terus berjalan berkelanjutan.

“Dengan regu yang terlatih, kita optimistis ancaman OPT dapat ditekan, sehingga kesejahteraan petani pun meningkat,” pungkasnya. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait