Disbun Kaltim Tingkatkan Pengembangan Kelapa Dalam
12 April 2011 Admin Website Artikel 337

SAMARINDA - Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim terus meningkat pengembangan komoditi kelapa dalam. Komoditas ini banyak dikelola masyarakat, selain untuk keperluan industri juga peningkatan kesejahateraan masyarakat melalui berbagai pengusahaan kelapa dalam.

"Kelapa dalam merupakan komoditi tradisional di Kaltim, tumbuh dengan baik pada semua tempat yang diusahakan masyarakat sebagai tanaman perkarangan maupun yang diusahakan dalam hamparan cukup luas," kata Kepala Disbun Kaltim, HM Nurdin.

Menurut Nurdin, usaha perkebunan kelapa dalam yang diusahakan rakyat dalam hamparan luas terdapat di Kutai Timur, yakni di Kecamatan Sangkulirang, Sandaran dan Kaliorang. Kabupaten Kutai Barat, yaitu di Kecamatan Melak dan Barong Tongkok.

Selain itu di Kabupaten Kutai Kartanegara, berada di Kecamatan Samboja, Muara Jawa dan Kota Bangun. Kabupaten Paser di Kecamatan Tanah Grogot, Paser Belengkong dan Long Kali. Kabupaten Penajam Paser Utara berada di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku.

Sementara itu, di Kabupaten Berau terdapat di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Nunukan di Kecamatan Nunukan dan Sebatik, Kota Samarinda di Kecamatan Samarinda Utara dan Palaran, Kota Balikpapan di Kecamatan Balikpapan Timur dan Utara.

Selain itu, beberapa daerah lain di Kaltim, kelapa dalam juga banyak diusahakan namun dalam luasan yang terbatas. Luas areal kelapa rakyat di Kaltim pada posisi Desember 2010 tercatat 30.044 hektare dengan jumlah produksi sebanyak 24.199 ton.

Produksi tanaman rakyat tersebut seluruhnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kelapa segar masyarakat di dalam daerah. Namun, kata Nurdin sebagian tanaman rakyat perlu diremajakan, karena usia kelapa cukup tua dan tidak produkstif sehingga sudah saatnya diganti tanaman baru.

"Kondisi tanaman kelapa rakyat sudah kurang produktif atau dalam usia tua yang seharusnya sudah dilakukan peremajaan. Namun, nampaknya animo kearah tersebut masih rendah, sehingga kondisi perkelapaan Kaltim kurang menguntungkan," jelas Nurdin.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait