CPO Sudah Diproduksi, Ekonomi Masyarakat Meningkat
08 Agustus 2009 Admin Website Artikel 388
INI memang yang menjadi keinginan besar bagi pemerintah kabupaten Berau sejak lama. Harapan Bupati agar Berau mampu sejajar dengan kabupaten lain yang terlebih dahulu bisa memproduksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Semua itu sudah terjawab di awal tahun 2009, di mana Berau sudah masuk sebagai salah satu daerah di Kaltim yang menghasilkan CPO.

#img2# Kebun kelapa sawit milik PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) berada di kecamatan Talisayan dengan luasan tak lebih dari 10 ribu hektar jadi mimpi yang terwujud. Di lahan ini sudah terlihat hamparan hijau kelapa sawit yang sudah mulai berbuah. Di sini pula ribuan warga Talisayan yang direkrut menjadi karyawan ikut bekerja dan menggantungkan harapan masa depannya. "Rasanya baru saja saya melakukan penanaman perdana, sekarang hasilnya sudah diproduksi," kata Makmur, ketika memetik kelapa sawit dari pohon yang ditanamnya dulu.

Dalam kunjungan ke lokasi kebun milik TBP tersebut, Makmur didampingi Wabup Ahmad Rifai, sejumlah anggota DPRD dan pimpinan dinas instansi, diterima manajemen TBP di lokasi perkebunan. Saat ini produksi CPO tersebut sudah memasok untuk kebutuhan dalam negeri, namun ke depannya PT Teladan Prima Grup yang dinahkodai Ahmad Gunung terus akan meningkatkan hasil produksinya hingga memenuhi kebutuhan luar negeri.

Makmur sepertinya tak sabar menanti hari bersejarah itu. Namun, yang lebih bersemangat adalah sekitar 2 ribu warga Kecamatan Talisayan yang terlibat, baik selaku pekerja maupun sebagai petani plasma. Makanya jangan heran, bila di Talisayan, catatan penganggur hampir nihil.

Bahkan sebaliknya, ketika petani plasma mulai menghasilkan buah, bersamaan dengan beroperasinya pabrik CPO, maka bermunculan petani berduit di Talisayan. "Jelas ini akan meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Talisayan," kata Makmur.

Dia juga menginginkan, keseriusan yang ditampakkan para investor perkebunan sawit yang sudah lama berinvestasi di Berau, untuk bisa memperlihatkan kemampuannya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor perkebunan. Karena hal ini menurutnya sangat penting, selain menciptakan iklim bisnis yang menguntungkan perusahaan, juga dianggap mampu meningkatkan perekonomian daeah, dan khususnya ekonomi kerakyatan. "Buktikanlah kepada rakyat, bila perusahaan benar-benar serius berinvestasi," ujarnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SABTU, 8 AGUSTUS 2009

Artikel Terkait