Bupati Tanam Sawit di Tiga Kecamatan
21 April 2008 Admin Website Artikel 513
TERDAPAT 4 kegiatan penting berlangsung sehari yang dilakoni Awang Faroek bersama Mantan Menteri Pertanian (Mentan) RI Prof DR Bungaran Saragih, pada Rabu (16/4) lalu Aksi itu berupa penanaman perdana bibit kelapa sawit di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Muara Ancalong Long Mesangat, dan Busang.

Letak antara Kecamatan Muara Ancalong dengan Long Mesangat terbilang jauh, perlu waktu sekira dua jam perjalanan darat menumpangi mobil dobel gardan baru bisa sampai ke sana. Mengingat jaraknya antara tempat aksi penanaman sawit perdana yang satu (Muara Ancalong) ke tempat yang lain di Long Mesangat terbilang cukup jauh ratusan kilometer dengan kondisi jalan belum beraspal. Begitu juga perjalanan darat dari Long Mesangat menuju Busang, kondisi jalan darat yang belum mulus.

Namun tantangan pembangunan dapat dilewati dengan penuh makna. Pagi itu AFI bersama rombongan meluncur dari rumah jabatan Bupati (pendopo), Bukit Pelangi menuju bandaran Tanjung Bara. Di bandara Tanjung Bara, mantan Mentan RI menumpangi pesawat DASH dari Sepinggan Balikpapan langsung bergabung bersama rombongan. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan helikopter menuju tiga wilayah kecamatan. Mantan pejabat negara dan pejabat negara yang ada di atas helikopter itu diantaranya, Bupati Kutim, mantan Mentan RI, ketua pengadilan negeri Kutim legowo, Dandim 0909 Sengatan Letkol Inf Mukhtar, dan manajemen PT KPC Harri Miarsono.

Sekitar pukul 10. 15 Wita helikopter yang ditumpangi mantan Mentan RI menuju tempat penaman sawit perdana di wilayah Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong. Menurut rencana AFI singgah melakukan aksi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Kalinjau di wilayah Muara Ancalong yang berjarak sekitar 26 Km dari penanaman sawit pertama. Namun rencana itu tertunda. Helikopter melaju ke Long Mesangat. Demi mengefisienkan waktu maka penanaman sawit dilakukan. Setelah itu, helikopter terbang lagi menuju kecamatan Busang.

Di Busang ada kegiatan penanaman sawit di lokasi PT Hamparan Perkasa Mandiri. Acara di Busang usai sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah itu helikopter yang ditumpangi Bupati, mantan Mentan RI dan yang lain terbang dari Busang menuju tempat peletakan batu perdana pembangunan jembatan Kalinjau dengan panjang 300 meter di desa Kalinjau, kecamatan Muara Acnalong.

Sekitar pukul 14.00 Wita helikopter mendarat di lapangan sepak bola desa Ngayau. Rombongan AFI dijembut mobil untuk ditumpangi ke lokasi acara pembangunan jembatan. Prosesi peletakan batu perdana pembangunan jembatan digelar.

"Secara pribadi, saya mohon maaf atas keterlambatan ini. Sebenarnya sesuai agenda. Acara pertama adalah peletakan batu perdana pembangunan jembatan Kalinjau. Namun, tadinya titik koordinat tempat rencana mendarat helikopter yang kami tumpangi tidak ketahuan. Sehingga helikopter sampai nyasar hingga sampai ke kecamatan Long Mesang.

"Karena kebetulan di Long Mesangat juga ada acara, maka untuk menghemat waktu acara di Long Mesangat sekalian dituntaskan. Kemudian ke acara di Busang. Setelah cara di Busang selesai baru kembali terbang ke sini. Sekali lagi saya mohon maaf," ucap Awang Faroek Ishak.

Kendati agenda acara tidak berurutan sesuai kesepakatan. Namun, semua dapat terlaksana dengan baik. Artinya 4 agenda penting tersebut sukses dilakukan, yakni penanaman sawit perdana di tiga kecamatan dan juga peletakan batu pertama pembangunan jembatan Kalinjau.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 21 APRIL 2008

Artikel Terkait