Bibit Awal Hanya Empat Batang dari Jember
03 Juni 2008 Admin Website Artikel 447
SEBELUM kakao dikembangkan besar-besaran di Mentarang, melalaui program Gerakan pembangunan Desa Mandiri (Gerbang Dema) baik kecamatan maupun desa. Balang S, merupakan salah satu diantara petani di Mentarang yang sudah duluan menanam kakao. Meski jumlahnya baru relatif kecil, yaitu sekitar 270 batang pohon kakao.

#img1# Bahkan kebun kakao miliknya yang saat ini sudah berusia sekitar 4 tahun dan sudah tiga kali berhasil dipanen. Karena panen awal, hasilnya juga masih sedikit. Seperti, panen partama hanya sebanyak 13 kilo, terus kedua meningkat menjadi 40 kilo dan terakhir mencapai 70 kilo.

Menurut pria tua kurus dengan lima anak ini, bibit kakao sekarang sudah menghasilkan (panen) tersebut. Awalnya hanya dari 4 batang (dahan) yang diambil dari Jember, ketika mengikuti kunjungan (studi banding) tahun 2004 silam. Kemudian 4 dahan itu, dikawinkan atau okulasi sendiri sehingga menjadi ratusan pohon kakao.

Untuk saat ini, dikebun miliknya terdapat ribuan pohon kakao. Sebab sejak 2006 lalu, dirinya telah mendapatkan pembagian sebanyak 250 bibit pohon kakao dari Program Gerbang Dema Mentarang, terus 2007 kemarin kembali memperoleh 750 bibit kakao, dari Gerbang Dema kecamatan dan desa.

Faktor utama tanaman kakao pendek usia, disebabkan diserang penyakit. Karena kurang adanya perawatan. Kakao itu, tidak jauh beda dengan anak-anak kita, bila perawatannya tidak baik bakal mudah terserang penyakit. "Tidak benar kakao hasil okulasi itu usianya pendek, semua tergantung perawatan. Asalkan dirawat dengan baik, bisa tahan sampai 30 tahun lebih," paparnya.

Kerja keras yang dilakukan selama ini, akhirnya membuahkan hasil cukup bagus. Bukan hanya panen kakao, akan tetapi lokasi kebun kakaonya dipilih sebagai tempat pembangunan unit pengolahan kakao, dari buah petik masak hingga kering siap jual dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Malinau.

Selain itu, Camat Mentarang, Marson L Langub, secara pribadi juga berjanji memberikan bantuan satu unit gerobak, sebagai bentuk perhatian juga memotivasi petani kakao lain, agar lebih semangat dan rajin. Marson mengatakan, tahun 2006 di Mentarang telah dikembangkan seluas 105 hektare kebun kakao, kemudian 2007, dikembangkan lagi sekitar 162 hektare lagi melalui program Gerbang Dema (Gerakan Pembangunan Desa Mandiri) kecamatan dan desa.

Masing-masing memprogramkan seluas seperempat hectare bagi kepala keluarga (KK) satu tahun. Targetnya, tiap KK memiliki 2 hektare, 1 hektare dari gerbang Dema Desa kemudian 1 hektare melalui Gerbang Dema Kecamatan. "Satu KK setahun diberikan jatah 270 pohon, program ini, bakal dilakukan 4 tahun, jadi satu KK kebagian 1100 bibit. Begitu juga, dari program Gerbang Dema Desa," terangnya.

DIKUTIP DARI RADAR TARAKAN, SENIN, 2 JUNI 2008

Artikel Terkait