Awas, Banyak Bibit Sawit Palsu
18 Mei 2011 Admin Website Artikel 264

Sangatta - Guna mengembangkan berbagai bibit unggul di daerah ini, PT Kutai Timur Investama (KTI), sebuah perusahaan milik pemerintah daerah (perusda) akan melakukan kerja sama dengan Dinas Perkebunan (Disbun) dan Pusat Pembibitan Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Melalui kerja sama ini diharapkan bibit yang dihasilkan benar-benar berkualitas serta memiliki sertifikasi.

Menurut Direktur Bisnis KTI Bambang Dwi, pengembangan bibit varietas unggul ini sudah dikembangkan di kawasan kecamatan Telen. “Kita menjali kerja sama dengan PPKS Medan dalam pengadaan bibit ini dan kemudian akan dijual kepada perusahaan maupun masyarakat. Langkah ini dimaksudkan untuk mengantispasi beredarnya bibit palsu yang selama ini beredar di masyarakat,” katanya.

Bibit yang ada juga akan diseleksi jenis apa saja yang cocok untuk ditanam di Kutim. Sehingga nantinya Kutim akan memiliki jenis dan cirri sendiri bibit atau varites yang sesuai dengan kondisi dan iklim yang ada di Kutim. Pihaknya juga menindaklanjuti rencana Pemkab Kutim yang ingin membangun Pusat Teknologi Informasi (Pustekinfo) di Kutim beberapa waktu lalu. Sehingga seluruh bibit sawit yang ada bisa ditanam di sini dan kemudian dikembangkan dan ditanam di Kutim.

Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim H Akhmadi Baharuddin mengatakan, selama ini  banyak beredar bibit sawit palsu dan sebagian besar telah dimusnahkan. Dikatakan, jika masyarakat menanam bibit palsu, dikhawatirkan masyarakat akan kecewa dan rugi karena sudah banyak menanamkan modal dan tenaga namun tidak memperoleh hasil seperti yang diharapkan.

Menurut Akhmadi,  Pustek Info sawit itu nanti merupakan satu-satunya di Indonesia Timur. Jika kabupaten ini mampu mengembangkan pembibitan sawit, bakal menjadi pemasok bibit di kawasan Indonesia Timur ke depan, karena pengembangan perkebunan sawit akan bergeser ke wilayah Timur Indonesia.

Akhmadi juga mengatakan, Pustek Info sawit ini nantinya untuk memenuhi kebutuhan bibit sawit di Kalimantan dan Indonesia Timur. Saat ini pusat pembibitan sawit hanya ada di Sumatera, sehingga perlu dikembangkan di Indonesia Timur.

“Kelak, Pustek Info sawit itu dapat dijadikan pusat penelitian bagi mahasiswa, dosen dan pihak lain. Dengan adanya Pustek Info ini, Kutim bakal menjadi perhatian Indonesia ke depan, karena pusat pembibitan dan penelitian sawit berada di daerah ini,” katanya.

Sedangkan Syahrul Latif dari PPKS Medan mengatakan, seluruh varites yang ada di Indonesia akan diujicoba dan ditanam di sini. Sehingga Kutim bakal menjadi perhatian Indonesia, bahkan dunia. Dijelaskan, seluruh varietas sawit yang ada di Medan, bakal dikembangkan di Kutim juga. Yang jelas, di Indonesia ini ada 11 varites dan akan diujicobakan di sini. Satu varietas akan dibuatkan dalam tiga blok, sehingga ada 33 blok yang akan diujicobakan nanti.

Bukan hanya itu. Seluruh bibit varietas di luar negeri juga akan diusahakan dikembangkan di Kutim. Dengan demikian, Kutim akan menjadi perhatian seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sebab seluruh varietas langka yang ada di dunia akan dikembangkan di Kutim ke depan.

“Pembangunan Pustek Info sawit ini juga sebagai antisipasi adanya bibit palsu yang terus beredar di pasaran selama ini. Jangan sampai masyarakat kecewa selama 25 tahun karena menanam bibit palsu yang tidak bisa membuahkan hasil,” kata Syahrul.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 18 MEI 2011

 


Artikel Terkait