Terbesar di Kaltim, Pabrik CPO di Segah
08 Februari 2010 Admin Website Artikel 348
Kehadiran pabrik CPO tersebut membuat masyarakat sekitar senang, pasalnya mereka juga akan siap-siap merasakan dampak seperti yang dialami warga Talisayan. Yakni tumbuhnya sektor perekonomian warga, baik perdagangan, jasa hingga tenaga kerja.

#img1# Terlebih lagi pabrik CPO yang berdiri di Kampung Gunung Sari Kecamatan Segah itu diyakini sebagai pabrik CPO berkapasitas terbesar di Kaltim, yakni mencapai 120 ton tandan buah sawit (TBS) per jam. Hal itu tentunya sangat memberikan peluang besar bagi warga Segah menjadi tenaga kerja di perusahaan tersebut.

Pabrik yang diberi nama "Berau Palm Oil Mill" tersebut diresmikan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy bersama Bupati Berau Makmur HAPK, Sabtu (6/2) kemarin. Hadir dalam peresmian itu, Wakil Bupati Ahmad Rifai, Sekkab Ibnu Sina Asyari serta sejumlah unsur pimpinan DPRD yang diketuai Elita Herlina. Juga hadir sejumlah pejabat Pemprov Kaltim dan para pejabat Berau serta manajemen PT HMM yang dipimpin CEO-nya, Dato Seri Lee Oi Hian.

Untuk mendukung produksi pabrik Berau Palm Oil Mill itu, HHM akan menyediakan lahan perkebunan sawit seluas 60 ribu hektare. Saat ini perusahaan tersebut telah mengembangkan lahan inti seluas 35.022 hektare dengan realisasi tanam 15.380 hektare. Juga telah membina kemitraan bersama petani plasma seluas 3.202 hektare, dan luas plasma itu akan bertambah seiring berkembangnya perusahaan.

Kehadiran pabrik HMM itupun membuat Makmur tampak sumringah, pasalnya visi dan misi yang selama ini dijalankan untuk mewujudkan Berau sebagai daerah agroindustri, sudah hampir tercapai.

Pemkab pun siap mendukung Pemprov Kaltim untuk mewujudkan pengembangan agrobisnis, yakni melalui program Sawit Sejuta Hektar. "Hal itu juga sejalan dengan visi misi Kabupaten Berau untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah agroindustri," kata Makmur.

Dia menyebutkan, di Berau sudah ada 28 perusahaan yang siap berinvestasi dan telah memiliki izin perkebunan kelapa sawit. Ke-28 perusahaan tersebut akan menggunakan luas lahan seluas 132.292 hektare, yang telah merealisasikan tanamannya mencapai 40.810 hektare.
Sedangkan untuk kebun plasma sudah terdapat 13.289 hektare yang dikelola oleh 5.599 kepala keluarga.

Dari 28 perusahaan tersebut, 7 diantaranya telah berproduksi dan baru dua perusahaan yang telah membangun pabrik, diantarannya PT Tanjung Buyu Perkasa dan PT Hutan Hijau Mas. "Bagi pemerintah daerah, keberadaan kelapa sawit memegang peranan pening bagi sumber pendapatan asli daerah. Selain membuka peluang kerja yang luas, juga berperan menekan angka kemiskinan," ungkap Makmur.

Mempertimbangkan persoalan lingkungan, lanjut Makmur, pemerintah daerah mengambil langkah proaktif dengan mengambil kebijakan untuk diterapkan kepada seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni pengelolaan kebun sawit yang berawawasan lingkungan, ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

"Ketiga aspek ini harus dikedepankan oleh pihak perusahaan, agar dalam berinvestasi tidak menemui hambatan," tegas Makmur.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 8 PEBRUARI 2010

Artikel Terkait