Target Kopi dan Kakao tahun 2012 Meleset
18 Maret 2012 Admin Website Artikel 299
JAKARTA. Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar, Ir. H. Azwar AB mengungkapkan, perubahan iklim yang diikuti dengan anomali cuaca membuat produksi perkebunan kopi dan kakao akan terpengaruh oleh perubahan iklim tersebut. "Kami memprediksi dengan adanya anomali iklim, target kita akan terpengaruh. Kalau iklim bersahabat maka akan tercapai, tapi kalau tidak bersahabat maka akan menurun," kata Azwar.

Untuk laju pertumbuhan luas areal kopi dalam tiga tahun terakhir hanya 0,25 persen. Akibatnya, produksi kopi hanya meningkat 0,20 persen persen per tahun. Luas areal kopi pada 2011 diperkirakan mencapai 1,29 juta ton dengan produksi 633,99 ribu ton.

Khusus kakao, Azwar menjelaskan kendala lain yang sering dihadapi dalam peningkatan produksi kakao yakni serangan hama, tanaman tua banyak yang rusak, infrastruktur, dan rendahnya mutu kakao. Pemerintah mencoba meningkatkan produksi kakao dengan menggiatkan program Gerakan Nasional (Gernas) kakao.

"Gernas ditujukan untuk memperbaiki pertanaman kakao melalui intensifikasi, peremajaan dan rehabilitasi serta meningkatkan kemampuan petani," ucap Azwar.

Namun, kenyataannya hasil dari Gernas kakao belum mampu meningkatkan produksi dikarenakan sebagian besar tanaman belum menghasilkan. Diakui Gamal, target untuk memperbaiki lahan oleh Gernas seluas 450 ribu hektare (ha) selama tiga tahun sejak diluncurkan pada tahun 2009 lalu, baru terealisir 322 ribu ha.

Gamal mengakui hasil Gernas belum dapat dilihat meski sudah tiga tahun. Ia pun meminta waktu tiga tahun lagi bahkan menambahkan anggarannya.

"Gernas memang baru tiga tahun, kita tunggu tiga tahun lagi maka produksi akan meningkat bahkan sampai 1 juta ton. Karena itu di 2012 ada tambahan anggaran Rp5 miliar untuk kejar target itu. Jadi hambatan iklim dan Gernas yang belum signifikan akan hambat produktivitas ke depannya," ujar Gamal.

SUMBER : MEDIA PERKEBUNAN, KAMIS, 16 MARET 2012


Artikel Terkait