Sawit Pengganti Migas di Masa Mendatang
27 September 2011 Admin Website Artikel 305

SAMARINDA- Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak meminta kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim untuk terus berupaya meningkatkan peranannya semaksimal mungkin dengan berperan aktif dan memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan KIPI Maloy, menumbuhkan perekonomian daerah berbasis kerakyatan, turut mewujudkan Kaltim Green dengan membangun perkebunan berwawasan lingkungan, termasuk memberikan masukan, pendapat dan rekomendasi pada perusahaan yang akan berinvestasi.

"Sehingga perusahaan yang beroperasi di Kaltim adalah perusahaan yang benar-benar memiliki kemampuan dan layak. Karena salah satu program pembangunan yang dijalankan oleh Pemprov Kaltim saat ini adalah merevitalisasi perkebunan, dan untuk mecapai target 1 Juta Hektar Sawit, maka dilakukan perluasan dan peremajaan perkebunan sawit," kata Gubernur Awang Faroek Ishak pada acara Halal Bihalal GAPKI Kaltim di Lamin Etam, Minggu (25/9).

Menurutnya, program 1 Juta Hektar Sawit dilaksanakan dengan dasar pemikiran karena perkebunan sawit memiliki prospek cerah dan sebagai sektor andalan pengganti migas di masa mendatang. Karena Migas merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Suatu saat potensinya akan habis dan tidak bisa diandalkan lagi. Selain itu, perkebunan kelapa sawit terus dikembangkan karena sumber daya dan lahan yang tersedia, kesesuaian agro-ekosistem, prospek pema-saran, serta adanya dukungan dan kebijakan Pemerintah.

Selain itu, sejalan dengan slogan "Membangun Kaltim untuk Semua", maka kepada GAPKI, juga diminta untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar dengan secara konsisten melaksanakan program Coorporate Social Responsibility (CSR). Membantu pengembangan usaha mikro kecil dan menengah UMKM), membina pemuda dan olahraga, serta menjalin kemitraan yang baik dengan organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang ada di daerah sekitar perusahaan masing-masing.

Sementara itu, penasehat GAPKI Kaltim HS Sjafran dalam kesempatan itu mengatakan, GAPKI terbentuk dengan tujuan mempersatukan para pelaku bidang usaha perkelapa-sawitan di Indonesia, agar menjadi kekuatan ekonomi yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjadi mitra pemerinjtah pusat maupun daerah dalam rangka membuat kebijakan usaha kelapa sawit di Indonesia untuk meningkatkan daya saing usaha di sektor sawit Indonesia pada pasar Internasional.

Pada acara halal bihalal selain diisi tausiah juga menghadirkan penyanyi masa lalu Rafika Duri dengan membawakan tembang-tembang lawasnya.


SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM & BIDANG USAHA

 


Artikel Terkait