Tambah Pabrik Mesin Sawit
15 September 2012 Admin Website Artikel 366

PENAJAM. Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mencermati keluhan para petani kebun kelapa sawit terkait anjloknya harga tandan buah segara (TBS) yang dibeli oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Penajam Paser Utara. Solusinya, harus dibangun pabrik baru lagi berbasis kebun rakyat, dan Apkasindo sudah lama menyuarakan hal ini, namun tidak mendapatkan dukungan para pihak.

Ketua DPD Apkasindo Penajam Paser Utara Sunyoto mengatakan itu, kemarin, menanggapi keluhan petani kebun kelapa sawit di Sepaku, Penajam Paser Utara yang tertekan lantaran terkenda dampak langsung anjloknya harga TBS per kilogramnya.  "Apkasindo selalu mengikuti perkembangan terkini. Rapat penentuan harga pembelian sawit petani, harga tim Provinsi Kaltim turun Rp 47 dari bulan lalu," kata Sunyoto.

Tim yang terdiri dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan Pemprov Kaltim memutuskan untuk harga jual TBS ditetapkan Rp 1.300 per kilogram. Namun, sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sepaku membeli lebih rendah dari harga yang ditetapkan tersebut, yaitu Rp 1.060 per kilogram.

Sunyoto mengatakan, posisi petani kebun kelapa sawit yang terkena imbas anjloknya harga TBS bukan hanya di Sepaku saja, tetapi seluruh petani kelapa sawit di seluruh wilayah Penajam Paser Utara. Persoalannya lagi, ujarnya, semua pabrik pengolah kelapa sawit yang ada over kapasitas sehingga terjadi antrean buah sawit di pabrik.

"Efek buruk selanjutnya adalah tengkulak membeli dibawah harga tim. Petani dihadapkan pada sulitnya pilihan. Kalau tidak segera dijual buah sawit membusuk. Mau tidak mau, petani akhirnya mengikuti harga yang ditentukan tengkulak, yang semaunya itu," katanya.

Persoalan anjloknya harga TBS ini, katanya, sudah sejak lama diprediksi Apkasindo bakal terjadi. "Dan sekarang telah terjadi. Saya kira, pemerintah perlu segera turun tangan untuk membantu petani kebun kelapa sawit mendapatkan kembali harga terbaik, harga yang sudah ditetapkan tim," ujarnya.

Seperti diwartakan kemarin, petani kebun kelapa sawit di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara mengeluhkan rendahnya harga jual TBS yang dibeli oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu. Gapki Kaltim merekomendasikan kepada Pemprov Kaltim harga normal TBS Rp 1.300 per kilogram, namun di lapangan harga TBS dibeli perusahaan perkebunan kelapa sawit hanya Rp 1.060 per kilogram.

Sejumlah petani mengatakan, anjloknya harga TBS sangat menyedihkan karena terjadi justru pada saat hasil panen buah sawit yang sedang meningkat kualitasnya. "Kalau begini terus tidak lama petani bisa bangkrut," katanya. Petani berharap kepada pemerintah untuk normalisasi harga TBS sesuai kesepakatan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SABTU, 15 SEPTEMBER 2012

Artikel Terkait