Eropa Tidak Bermaksud Boikot CPO Indonesia
13 Oktober 2010 Admin Website Artikel 304
Pekanbaru - Negara-negara Eropa tidak bermaksud memboikot produk minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) asal Indonesia. Namun, sejumlah konsumen di negara Eropa menginginkan produk CPO harus ramah lingkungan.

Penegasan ini disampaikan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson usai mengikuti acara Outreach Program on Indonesia’s Palm Oil Industry di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Rabu (13/10/2010).

Menurut Julian, adanya penolakan produk CPO Indonesia bukanlah sebuah kebijakan negara di Eropa. Begitu juga soal isu bahwa penolakan CPO Indonesia yang dianggap tidak ramah lingkungan itu sebagai bentuk persaingan bisnis.

“Kami juga tidak tahu, dari mana isu itu dihebuskan seolah-olah ada persaingan bisnis yang dengan sengaja untuk memboikot produk CPO Indonesia. Kami tegaskan, isu tersebut tidak benar,” kata Julian.

Ia menambahkan, kedatangannya bersama 11 perwakilan negara Eropa ke Riau ini, justru akan membangun hubungan bisnis yang lebih baik lagi kedepan. Kunjungan perwakilan negara Eropa ini akan melihat secara langsung persoalan apa saja yang dihadapi dalam bisnis perkebunan kelapa sawit.

“Kalau Indonesia atau Riau pada khususnya memiliki persoalan, kita juga di Eropa juga memiliki persoalan juga. Karena itu kita menginginkan dengan kunjungan ini kami dapat mengetahui apa yang dihadapi di Riau, termasuk juga kami juga akan memberikan pengalaman kami,” kata Julian.

Julian mengakui, konsumen Eropa maupun Asia sebenarnya menginginkan produk CPO tetap ramah lingkungan. Ini tidak hanya berlaku untuk Indonesia, tapi juga bagi negara yang juga memproduksi CPO.

Gubernur Riau, Rusli Zainal dalam kesempatan yang sama menyatakan, Pemerintah Provinsi Riau siap mendukung program bersama produksi sawit yang ramah lingkungan. Untuk mewujudkan hal itu, menurut Rusli, pihaknya akan tetap melaksanakan penegakan hukum bidang lingkungan.

“Pemerintah Riau tetap komitmen untuk menegakan hukum lingkungan bagi perusahaan perkebunan sawit,” kata Rusli.

“Niat pemerintah daerah yang akan tetap menegakan hukum bidang lingkungan sangat kami hargai. Kami mengajak bersama agar produk CPO tetap ramah lingkungan,” tutup Julian.
 
DIKUTIP DARI DETIK, RABU, 13 OKTOBER 2010

Artikel Terkait