Rugikan Petani, Karet Mutu Baik Dihargai Murah
01 Mei 2008 Admin Website Artikel 283
"Sepanjang pembuatan mutu yang baik tetapi tidak dihargai dengan harga yang benar atau wajar oleh pembeli maka ini pun akan merugikan waktu bagi petani," kata Achmad Sofyan. Ia mengatakan ini, dalam sambutannya pada acara seminar sehari bertema, "Pengendalian Fenomena Kering Alur Sadap (KAS)" di BPU Tanaa Purai Ngeriman, Rabu (30/4).

Seminar dihadiri Asisten II H Ediyanto Arkan Kepala Dinas Pertanian Achmad Sofyan, dan Ketua KPPK Kubar Yan Sinyal diikuti 100 peserta dari Perusda maupun petani karet Kubar. Adapun peserta yang ikut berasal dari Kasi Pertanian Kecamatan antara lain Melak, Barong Tongkok, Linggang Bigung dan Long Iram serta dari kelima kecamatan tersebut mengirimkan dalam satu kampung sebanyak 3 orang. Seminar ini atas kerjasama Komisi Penyuluh Pertanian Kabupaten (KPPK) bekerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor, Dinas Pertanian Kubar serta dukungan dari PT. Pijar Nusa Pasifik.

#img1# Lebih lanjut dikatakan Kepala Distan Kubar, solusinya yang saat ini sedang coba kita rintis secara bertahap ada pabrik yang di kelola oleh pihak asing dan, inilah satu-satunya yang kita harapkan untuk bisa meningkatkan nilai jual di tingkat petani yang nanti selisih penjualan ke luar daerah akan menjadi nilai tambah bagi petani tentu saja non kemitraan.

"Tidak kita putus rantainya karena yang bekerja saat ini tetap merupakan bagian dari kemitraan. Sistem kerjasama dengan itu yang akan kami diskusikan kepada pihak pabrik," katanya.

Dikatakannya, hal inilah yang menjadi bagian yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak baik dari swasta terlebih dari pemerintah dan masyarakat umtuk bisa mengembangkan agribisnis perkaretan ini benar-benar mendapat dukungan secara sinergi semua salah satu contoh pertemuan kita kali ini adalah tidak lepas dari peningkatan mutu dan produktifitas dengan di tanggulanginya fenomena KAS pada tanaman karet tersebut.

#img2# Menyinggung seminar ini, menurut Kadis Pertanian Achmad Sofyan, seminar ini adalah pertama kalinya kita mendapat siraman dari ahli yang berkenaan usaha tani yang kita geluti yaitu tim dari Balai Penelitian Bioteknologi Bogor.

"KKAS ini muncul di kala mana petani itu sendiri melakukan eksploitasi salah satu di antara penyebabnya terhadap kebun itu sendiri karena investasi/nilai tambah/pendapatan pada perkebunan karet itu adalah pohon per pohon, penurunan produksi getah inilah yang akan di tindak lanjuti oleh kita," katanya.

Sambutan tertulis Bupati Kubar Ismael Thomas yang di bacakan oleh Assisten II H Ediyanto Arkan SE mengatakan, perkebunan karet atau komoditas unggulan lainnya yang ada di Kubar ini merupakan salah satu sektor unggulan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 1 MEI 2008

Artikel Terkait