RI Incar Pelabuhan Ekspor CPO Baru
17 Oktober 2011 Admin Website Artikel 346

JAKARTA. Lebih dari 30 tahun sejak era 1980-an, ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia berbasis di Pelabuhan Rotterdam, Belanda. Isu krisis ekonomi global membuat pemerintah melirik, bahkan mungkin berpaling ke pelabuhan-pelabuhan baru.

Setidaknya, ada tiga pelabuhan tujuan ekspor baru yang diusulkan Kementerian Pertanian. Ketiga pelabuhan tersebut berlokasi di Hamburg (Jerman), Turki, dan Serbia Montenegro.

"Tiga pelabuhan ini akan menjadi transit untuk pengiriman CPO Indonesia ke Uni Eropa," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi kepada Republika, Jumat (14/1(1). Menurut Bayu, Rotterdam tak memungkinkan lagimenjadi tempat pembangunan pabrik pengolahan {refinery) CPO. Sebab, wilayah Rotterdam sudah penuh.

Beberapa negara pengekspor CPO lainnya, kata Bayu, juga mulai mengalihkan tujuan ekspornya dari Rotterdam. Semakin ketatnya aturan terhadap produk-produk minyak sawit Indonesia di Eropa Tengah, kata Bayu, juga menjadi pertimbangan perpindahan basis perdagangan Indonesia ke negara-negara di Eropa Timur dan Eropa Utara.

Pemerintah telah menjajaki perdagangan ke beberapa negara, seperti Jerman dan Slovakia. Khusus Serbia Montenegro, kata Bayu, pemerintahan negara itu sudah meminta Indonesia melakukan ekspor komoditas perkebunan ke Eropa Timur melalui pelabuhannya.

Pertimbangan krisis ekonomi global di Eropa Tengah yang melanda Prancis, Belanda, dan Belgia, misalnya, menjadi faktor penyebab selanjutnya. Ekonomi tiga negara tersebut diprediksi akan melemah untuk beberapa tahun ke depan. Sedangkan, negara-negara bekas Eropa Timur dan negara Balkan, seperti Yugoslavia dan Slovakia, pertumbuhan ekonominya relatif stabil.

Dalam jangka pendek, kata Bayu, Indonesia akan menata ulang pasar perdagangan di Eropa. Indonesia cenderung memilih pasar yang lebih akomodatif dan mau memberikan fasilitas untuk mempermudah perdagangan di benua ini.

Dalam pertemuan bisnis Indonesia-Slovakia di Jakarta, Selasa (11/10) lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasamengatakan. Slovakia bisa menjadi basis produksi biodiesel yang bahan bakunya berasal dari Indonesia sehingga bisa menjadi diversifikasi pasar ekspor CPO melalui ini. "Pemerintah sudah menghitung jika CPO Indonesia yang dikirim ke Eropa bisa masuk melalui Eropa Tengah itu jauh lebih cepat dan murah logis-tiknya," katanya.

Indonesia segera melakukan studi terkait jalur pengiriman CPO itu. Jalur pengiriman CPO ke kawasan Eropa Tengah, menurut Hatta, bisa melalui Blacksea. lalu masuk Sungai Danov.

Dalam pertemuan tersebut juga ditandatangani nota ke-sepaham (MoU) pembelian CPO antara PT Tri Agri dari Indonesia dan Compel Industries dan Slovakia.


DIKUTIP DARI REPUBLIKA, SENIN, 17 OKTOBER 2011


Artikel Terkait