PT Farinda Bersaudara akan Bangun CPO
04 Januari 2008 Admin Website Artikel 395
Rata-rata masyarakat diusahakan mendapat kebun plasma minimal dua hektare. "Jadi jika melihat hasil produksi tandan buah segar (TBS) di Kaltim mencapai Rp 1,5 juta hingga 2 juta pohon, maka ditargetkan produksi kedua perkebunan ini mencapai minimal 30 ton per tahun," ujarnya saat penanaman perdana sawit di Kampung Jambuk Makmur, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh dikatakannya, antara perusahaan dengan masyarakat Kampung Penawai, Jambuk Makmur, Muara Siram, Gusiq dan Resak, telah mengadakan perjanjian induk yang telah didaftarkan di Notaris Samarinda. Isinya, pembangunan inti harus bersama dengan pembangunan kebun plasma dan hasil produksi kebun inti harus setara dengan kebun plasma. Perusahaan, lanjutnya, akan memprioritaskan tenaga kerja setempat--baik sebagai karyawan maupun kontraktor--sepanjang masyarakat mampu. Perusahaan akan membantu membentuk koperasi serba usaha plasma di setiap kampung yang termasuk di dalam lokasi perkebunan.

Perusahaan juga memberikan perlengkapan pendukung dengan nilai Rp 60 juta yang akan diberikan setelah perkebunan dimulai. "Perusahaan tidak melakukan komersial logging atas kayu yang berada di dalam lokasi kebun," ujarnya.

Bahkan investor perkebunan kelapa sawit asal Malaysia Tan Aik Sin menambahkan, selain perkebunan kelapa sawit yang akan dibangun juga akan menbangun pabrik CPO, penghasilan energi listrik, pulpa dan kertas dari tandan kosong atau sampah kelapa sawit. "Mudah-mudahan dengan berjalan itu semua akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan PAD Kubar," ujarnya.

DIKUTIP DARI TRIBUN KALTIM, KAMIS, 3 JANUARI 2008

Artikel Terkait