Produksi Kopi RI Empat Besar Dunia
10 Juni 2011 Admin Website Artikel 318

BONDOWOSO, KOMPAS.com - Indonesia mengalami penurunan peringkat dari posisi ketiga menjadi keempat dalam hal produksi kopi.

"Kita keempat terbesar di dunia. Setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia (untuk saat ini). Tapi, tahun kemarin kita nomor tiga karena produksi Kolombia turun," ungkap peneliti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Surip Mawardi, kepadaKompas.com di Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (10/6/2011).

Memang, Vietnam setelah melakukan unifikasi selepas perang tahun 1975 terus membangun negara dalam sektor ekonomi. Kebetulan, menurut dia, mereka punya lahan yang cocok untuk kopi robusta. "Jadi mereka pilihannya waktu itu pengembangan kopi robusta secara besar-besaran," katanya.

Vietnam pun didukung oleh iklim dan sistem politik, dalam menggerakkan rakyat. Namun, menurut Surip, dibandingkan dengan Vietnam, kopi Indonesia menang dalam hal mutu. "Satu kelemahan kita kepemilikan petani itu kecil-kecil. Paling sekitar 0,5-2 hektar. Jadi petani tidak punya pilihan banyak untuk melakukan esktensifikasi," ujarnya.

Selain itu, petani kopi pun lebih memilih sistem penanaman tumpang sari daripada monokultur. Maksudnya, selain menanam kopi, petani juga menanam kelapa, sebagai sumber penerimaan alternatif ketika harga kopi jatuh.

Selain itu, produksi kopi pun dipengaruhi oleh iklim, sebagaimana komoditas lainnya. "Kalau terlalu banyak hujan, pembungaan kopi terganggu. Seperti yang terjadi pada 2009, di mana curah hujannya tinggi sekali sehingga (produksi) turun," katanya.

Hingga saat ini Indonesia mempunyai 1,3 juta hektar lahan tanaman kopi. Robustanya sekitar 85 persen, arabikanya sekitar 15 persen dari total lahan tersebut.

Produksi total mencapai 600.000-700.000 ton per tahun, dengan produksi arabika sekitar 10 persen dari jumlah tersebut, sedangkan robusta mendominasi dengan persentase sebesar 90 persen. "Sekitar 60 persen produksi ada di wilayah Sumatera," ujarnya.

Khusus robusta, biji kopi ini diproduksi oleh Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Sementara arabika, lanjutnya, sentranya berada di Provinsi Aceh, khususnya Aceh bagian tengah, di wilayah Gayo.

Memang arabika biasanya merupakan kopi spesial, seperti Gayo Mountain Coffee, Mandailing Coffee, Lintong Coffee, Baliem Arabica Coffee, hingga Kalosi Coffee. "Harganya bagus," tambahnya.

DIKUTIP DARI KOMPAS, JUMAT, 10 JUNI 2011


Artikel Terkait