Produk Hilir CPO untuk Pembangkit Listrik
27 Desember 2012 Admin Website Artikel 265
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengarahkan hilirisasi komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi produk akhir berupa bahan bakar nabati (BBN/biofuel). Untuk memperbesar pasar, PT PLN (Persero) ke depan akan diwajibkan menggunakan biofuel sebagai bahan bakar pembangkit listrik yang dimiliki dan dioperasikan perusahaan pelat merah tersebut.
 
Menteri Pertanian Suswono  mengharapkan komoditas CPO bisa  segera dialihkan menjadi biofuel ketimbang diekspor. Upaya itu harus  dipercepat agar CPO yang tidak terserap pasar ekspor tidak terlalu  lama disimpan. Kementan akan meminta industri hilir agar memproduksi produk akhir CPO dalam bentuk biofuel. Jika volume produksi biofuel di dalam negeri meningkat, akan menyerap sebagian produksi CPO nasional yang melimpah.
 
"Kedepan, kami akan terus melakukan pembangunan industri hilir, termasuk persiapan untuk memperbesar pengembangan biofuel. Ketika harga turun, sayang sekali apabila CPO hanya diekspor, sementara komoditas itu bisa diolah lagi menjadi produk energi yang bisa menolong krisis energi di Tanah Air," ungkap dia di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Suswono mengatakan, pihaknya berupaya mendorong pengembangan industri hilir CPO di dalam negeri. Dengan potensi yang sangat besar, itu diyakini akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap ekspor CPO. Dari total produksi CPO nasional sebanyak 25 juta ton, hanya 5 juta ton yang terserap pasar domestik sebagai bahan baku minyak goreng.
 
Masih Penjajakan
Direktur Tanaman Tahunan Ditjen Perkebunan Kementan Rismansyah Danasaputra menuturkan, produksi biofuel kini sudah berjalan meski penyerapannya belum bisa berjalan maksimal karena hanya mengandalkan PT Pertamina (Persero). Karena itu, pihaknya akan mengajukan kerja sama dengan PLN dalam penggunaan CPO dalam bentuk biofuel untuk pembangkit tenaga listrik perusahaan BUMN itu.
 
"Kami sedang mencoba mendekati PLN untuk mengganti bahan baku pembakaran dengan CPO. Ini kerja sama saling menguntungkan karena CPO nantinya terserap banyak sedangkan bahan bakar minyak (BBM) bisa dihemat. Artinya selain bertujuan menghidupkan industri hilir CPO, realisasi kerja sama itu juga dimaksudkan untuk menekan konsumsi BBM," jelas dia.
 
"Rencana itu sudah memperoleh dukungan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dengan produksi tahun ini 25 juta ton, kami optimistis industri CPO dalam negeri mampu memasok biofuel untuk PLN," kata dia.

DIKUTIP DARI INVESTOR, RABU, 26 DESEMBER 2012

Artikel Terkait