Petani Susah Jual Sawit
06 Oktober 2010 Admin Website Artikel 275
TANAH GROGOT. Antrean panjang angkutan buah sawit di pabrik crude palm oil atau minyak sawit mentah (CPO) Samuntai menjadi pemadangan biasa. Petani juga kesulitan menjual hasil panen ke pabrik. Alih-alih berpikir untung, dalam situasi seperti ini para petani justru dirugikan.

Demikian diungkapkan sejumlah anggota DPRD saat berdialog dengan warga di Long Ikis, Senin (4/10) kemarin. DPRD Paser meminta semua pihak yang dari perusahaan hingga pemerintah daerah (pemda) serius menangani permasalahan.

“Ini permasalahan klasik yang sampai sekarang tidak ditemukan jalan keluarnya,” sebut anggota DPRD Paser Muspandi kepada wartawan. Menurutnya, saat musim produksi Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit belum merasakan dampat positif dari usahanya. Terbukti, dari kunjungan DPRD di pabrik CPO Samuntai,  Senin kemarin, antrean panjang terlihat. Bahkan antrean ini diprediksi hingga empat hari.

“Petani merasa dirugikan karena harus menambah biaya tambahan sewa angkutan, semantara nilai jual sawit mereka juga bakal berkurang karena antrean yang terlalu lama,” ungkapnya. Kelompok tani di Long ikis berharap masalah ini segera dicarikan jalan keluarnya.

Tepisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Paser I Gusti Putu Suantara saat dikonfrimasi harian ini mengaku telah mendengar keluhan petani di Long Ikis. Ia juga mengaku telah menghubungi pabrik-pabrik sawit menanyakan masalah yang terjadi.

“Salah satu mesin pabrik sawit milik PT ABDN rusak sehingga petani yang ada berbondong-bondong ke pabrik CPO Samuntai. Nah, inilah penyebab antrean panjang,” katanya.

Ia menambahkan, hal itu terjadi karena keterbatasan pabrik sawit di paser.

 “Saya sudah hubungi PT ABDN, mereka mengatakan besok (hari ini, Red) mesin yang rusak itu bisa beroperasi kembali. Kami berharap tak ada lagi penumpukan dan konsentrasi penjualan hasil panen bisa terpecah,” ujar Putu.

Putu mengatakan, antisipasi panen raya bulan Oktober ini sudah dipikirkan. Pembukaan pabrik sawit baru diharapkan segera beroperasi. Seperti pabrik sawit di Lo Lo dan Long Kali yang akan dibangun.
 
DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 6 OKTOBER 2010

Artikel Terkait