Petani Lada dan Kakao Dapat Bantuan
25 Maret 2009 Admin Website Artikel 371
#img1# Kepala Dinas Perkebunan Wisnu Haris didampingi Kepala Bidang Produksi Perkebunan Berau Junaidi Selasa (24/3) mengatakan, melihat hasil produksi lada dan kakao 2008 cukup menguntungkan petani, telah diprogramkan pemberian peralatan mesin untuk mempermudah petani menyuplai hasil kebunnya. Selain itu, untuk pengembangan tahun depannya, Disbun juga memberikan bantuan bibit kakao secara gratis kepada petani, agar perkebunan rakyat terus dikembangkan, agar suatu hari nanti petani tidak lagi membeli bibit dari luar. Cukup dengan bibit yang sudah ada di Berau.

Bantuan ini langsung diberikan kepada petani kakao dan lada yang sudah terdaftar sebagai kelompok tani, petugas yang berada di lapangan juga melakukan pengecekan apakah kelompok tani yang mendapatkan bantuan tersebut benar-benar mempunyai kebun lada atau kakao. Karena jika hanya berdasarkan foto atau usulan saja, dan tidak mempunyai lahan, maka Disbun tidak akan memberikan.

Akan tetapi jika petani tersebut mempunyai lahan dan perkebunan lada atau kakao dan hasilnya cukup bagus, mereka mendapatkan bantuan tersebut. Program pengembangan potensi perkebunan berupa lada dan kakao ini perlu diperhatikan. Apalagi saat ini harga lada sudah emncapai puluhan ribu setiap per kg begitupula dengan harga kakao.

#img2# Bibit yang diberikan Disbun ini merupakan bibit unggulan hibrida FI dari Kota Jember, sehinggnya jika nantinya berbuah, petani kakao tidak akan merugi. Tinggal bagaimana memelihara pohon kakaonya agar menghasilkan hasil bagus.

Untuk 2008 hasil produksi kebun lada mencapai 535 ton, sedangkan hasil kakao mencapai 1593,8 ton. Melihat hasil produksi perkebunan lada dan kakao ini, Disbun memutuskan hingga akhir 2009, program pengembangan lada dan kako menjadi perhatian.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 25 MARET 2009

Artikel Terkait