Kaltim Bangun 11 Pabrik Minyak Sawit
05 Juni 2014 Admin Website Berita Kedinasan 296
Kaltim Bangun 11 Pabrik Minyak Sawit

SAMARINDA. Sebanyak 11 pabrik kelapa sawit di Kaltim rencananya akan dibangun dalam waktu dekat sehingga jumlah pabrik kelapa sawit yang beroperasi di wilayah ini (termasuk wilayah Kaltara) menjadi 69 pabrik.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Hj. Etnawati Usman MSi mengatakan sampai Mei 2014, Kaltim memiliki sebanyak 58 pabrik pengolahan minyak sawit yang telah beroperasi dengan kapasitas kapasitas secara keseluruhan mencapai 2.945 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Ke-58 pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut tersebar di wilayah kabupaten se Kaltim, antara lain berada di Paser sebanyak 14 pabrik, Penajam Paser Utara 2 pabrik, Kutai Timur 20 pabrik, Kutai Kartanegara sebanyak 9 pabrik, Kutai Barat sebanyak 1 pabrik dan Berau 5 pabrik.

Sementara di Kaltara, antara lain Bulungan sebanyak 2 pabrik dan Nunukan sebanyak 5 pabrik.

Sedangkan sesuai rencana, lanjutnya, akan bertambah 11 pabrik dengan kapasitas produksi 510 ton tandan buah segar (TBS) setiap jam sehingga menjadi 62 pabrik.

Tambahan pabrik baru itu tersebar di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak enam pabrik, Kutai Timur sebanyak 6 dan Paser serta Berau masing-masing 1 pabrik.

"Dari segi ekonomis mereka sudah layak mempunyai pabrik sendiri karena sekarang masih mengirim hasil panennya ke perusahaan lain yang sudah memiliki pabrik. Kita berharap agar pabrik perkebunan sawit siap beroperasi tahun ini," harap Etnawati.

Disebutkannya, saat ini untuk seluruh wilayah atau daerah sentra perkebunan sawit di kabupaten dan kota se-Kaltim terdapat 344 perusahaan sawit dengan 243 Ijin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 3,09 juta hektare dan 129 Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1,14 hektare.

Untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim khususnya dari subsektor perkebunan, Disbun Kaltim menggalakkan kegiatan kemandirian warga serta sistem plasma dengan perusahaan kelapa sawit.

Perkebunan swadaya masyarakat atau plasma yang sudah terbangun mencapai 172.201 hektare, baik yang dikelola secara mandiri di lahan milik warga masyarakat maupun lahan yang diberikan perusahaan (inti) kepada masyarakat. (rey/disbun)

SUMBER : BIDANG USAHA

Artikel Terkait