Petani Kebun Hasilkan Rp 1,4 M
23 Januari 2008 Admin Website Artikel 325
Salah satu contohnya di Kecamatan Muara Wahau. Sebagian besar warga di sana telah menikmati hasil revitalisasi pertanian dalam arti luas. Melalui program kemitraan perkebunan sawit rakyat dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah kecamatan tersebut, Desember 2007 lalu berhasil mengumpulkan hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) sawit sebanyak 1.178 ton.

Dari jumlah TBS yang dihasilkan masyarakat itu, kemudian dijual ke PT Swarkasa Sinar Sentosa senilai Rp 1,4 miliar, dengan harga jual Rp 1.204 per kilogram melalui koperasi induk Semoga Sawit Wahau Jaya. "Ini merupakan prestasi yang cukup baik, sebab melalui hasil perkebunan sawit tersebut masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan bersama keluarganya," kata Camat Muara Wahau Drs Baya Sergius.

Dijelaskan, perkebunan kelapa sawit rakyat yang ada itu luasnya 1.762 hektare, dimiliki beberapa kelompok tani di enam desa kecamatan sejak tahun 2004. Dari hasil panen yang diperoleh terus mengalami peningkatan yang cukup baik. Dari peningkatan penjualan tersebut dapat dikalkulasi penghasilan kelompok tani per kepala keluarga di Kecamatan Muara Wahau mencapai Rp 4 juta per bulannya.

Dengan keberhasilan tersebut, masyarakat Muara Wahau melalui camatnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kutim H Awang Faroek Ishak, yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat Muara Wahau.

"Terus terang memang perubahan perekonomian petani di Muara Wahau sekarang sangat membaik. Ternyata Pak Awang tidak salah pilih memilih komoditi sawit di Wahau. Program ini dicetuskan Pak Awang sejak tahun 2002 lalu. Dan, sekarang petani telah merasakan hasilnya dari program tersebut," terang Sergus yang dimandati masyarakat petai di di wilayahnya untuk menyampaikan ucapan terimaksih ini.

Dikatakan, perubahan perokonomian di wilayahnya dari tahun ke tahun kian membaik. Semua itu berkat perhatian pemerintah terhadap masyarakat di daerah penghasil sawit terbesar di Kutim ini sangat baik. Bantuan pemerintah di kecamatan tertua itu terus mengalir, tidak hanya bantuan pemeberian lahan saja, melainkan juga bibit, pupuk juga di bantu pemerintah.

Keberhasilan perkebunan kelapa sawit di Muara Wahau itu berkat perhatian dan perjuangan orang nomor satu di Kutim tersebut. Pihaknya berharap, program ini terus mendapat dukungan berbagai pihak, terutama perusahaan sehingga penjualan TBS terus berjalan lancar. Demikian juga harganya bisa dipertahankan seperti sekarang atau lebih baik lagi ke depan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 23 JANUARI 2008

Artikel Terkait