Petani Diajari Tanam Sawit yang Benar
19 November 2012 Admin Website Artikel 362
PENAJAM. Upaya meningkatkan pengetahuan yang diharapkan berimbas positif bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, tentu  bukan tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi, tanggung jawab seluruh stakeholder, seperti di antaranya perusahaan-perusahaan yang ekspansi usaha di daerah.
 
PT Sukses Tani Nusasubur (STN) Labangka, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara, untuk kesekian kalinya tercatat melakukan langkah-langkah strategis di dalam mendukung peningkatan kesejahteraan, yaitu memberikan pelatihan kepada petani kelapa sawit di daerah ini dengan  melaksanakan Pelatihan Petani Kelapa Sawit  bekerja sama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Penajam Paser Utara.
 
Humas PT Sukses Tani Nusasubur, Sujito, kemarin, mengatakan, pelatihan di Gedung Awapekad, Desa Labangka, itu dibuka Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Penajam Paser Utara Andi Iskandar Hamala dan ditutup Pimpinan PT STN Agung Susanto. Hadir pula dalam acara ini Camat Babulu Mulyono, Kades Labangka H Atan, Kades Babulu Gamburudin, Kades Labangka Barat Driyono serta Ketua Apkasindo Penajam Paser Utara Sunyoto. Peserta yang mengikuti berjumlah 72 orang, berasal dari Kecamatan Babulu, Waru, Penajam, dan Sepaku.
 
Materi yang diberikan meliputi pemupukan, pembibitan, wiraswasta, dan manajemen panen. Untuk lebih memacu antusias peserta, panitia menyediakan doorprize yang cukup menarik berupa  angkong, dodos, egrek, alat semprot dan lain-lain. Selain itu, peserta juga diajak praktik secara langsung di lapangan, sehingga akan lebih memahami dan menguasai teknis budi daya kelapa sawit yang optimal.
 
"Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, PT  Sukses Tani Nusasubur ke depan akan terus melakukan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan kepada para petani kelapa sawit terutama di desa-desa sekitar kebun perusahaan ini dengan melibatkan Apkasindo dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Penajam Paser Utara," kata Sujito.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 19 NOPEMBER 2012

Artikel Terkait