Perkebunan Sawit Makin Meluas
21 April 2008 Admin Website Artikel 332
Tiga kecamatan tersebut, sudah mulai dirambah tanaman kelapa sawit yang memiliki prospek dan masa depan yang baik. Selama ini, hanya Muara Wahau dan Kongbeng yang dikenal sebagai sentra kelapa sawit. Namun, belakangan kecamatan lain juga dilirik investor, karena komoditi ini memiliki keunggulan tersendiri.

"Ini merupakan salah satu gerakan revitalisasi pertanian dalam arti luas dengan baik. Seluruh masyarakat kita harapkan dapat merasakan hasil pembangunan, termasuk pembangunan perkebunan kelapa sawit ini," kata Bupati Awang.

Ia menilai, Busang yang selama ini dikenal sebagai sentra tanaman kakao (cokelat) lahannya juga dinilai cocok untuk tanaman kelapa sawit. Salah satu bukti nyata, ada investor yang mau menanamkan modalnya di sini.

Mantan anggota DPR RI dua periode ini juga meminta kepada investor untuk menggandeng masyarakat dalam melakukan penanaman kelapa sawit ini. Melalui program kerjasama kemitraan, diharapkan investor mendapat dukungan masyarakat dan warga sekitarnya juga merasakan hasilnya dengan baik.

Sehingga kedatangan investor di sini mendapat dukungan penuh masyarakat. Selain itu, rekrutmen tenaga kerja juga memprioritaskan masyarakat lokal, sesuai kemampuan dan latar pendidikan yang dimiliki. Jangan sampai warga ditinggalkan begitu saja, namun dirangkul secara baik.

Demikian juga kepada masyarakat, Awang yang merupakan salah satu calon kuat gubernur Kaltim ini meminta kepada masyarakat mendukung keberadaan investor yang masuk di daerahnya. Sebab, masuknya perusahaan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebagai contoh, orang nomor satu di Kutim ini memberkan gambaran di Muara Wahau dan Kongbeng yang sudah merasakan hasilnya selama ini.

Keberadaan investor kelapa sawit di Kutim ini, semakin mendukung adanya Pusat Teknologi Informasi (Pustek Info) yang didirikan di Tepian Langsat, Bengalon. Lembaga ini bakal menyediakan bibit unggul kelapa sawit untuk seluruh Kutim dan Indonesia Timur umumnya.

Pembangunan Pustek Info sawit ini juga sebagai antisipasi adanya bibit palsu yang terus beredar di pasaran selama ini. "Jangan sampai masyarakat kecewa selama 25 tahun karena menanam bibit palsu yang tidak bisa membuahkan hasil," kata Awang.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 17 APRIL 2008

Artikel Terkait