Perkebunan Kelapa Sawit Terbesar Serap Tenaga Kerja Lokal
11 Oktober 2010 Admin Website Artikel 297

SANGATTA - KALTIM POST. Pembangunan perkebunan kelapa sawit yang dikembangkan pemerintah Kabupaten Kutai, telah membawa dampak dan nilai positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jika dulunya perkebunan kelapa sawit hanya dikenal di Kecamatan Kongbeng dan Muara Wahau, kini sudah bergeser hampir ke seluruh kecamatan.

SEKARANG, perkebunan kelapa sawit bukan hanya terdapat di daerah pedalaman namun juga telah berkembang kawasan pesisir Kutim. Bahkan di Kecamatan Kaliorang, Kaubun, Karangan, Sangkulirang dan Sandaran, banyak ditemui areal lahan yang dulunya terlantar dan hanya ditumbuhi rumput dan ilalang, berubah menjadi hamparan hijau pohon kelapa sawit. Sejauh mata memandang, hamparan hijau juga tampak dari kejauhan yang asri dan enak dipandang mata.

Kehadiran investor menanamkan modalnya di sektor perkebunan kelapa sawit, sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan pola hidupnya. Setidaknya warga banyak yang ikut menjadi tenaga kerja di sektor perkebunan tersebut, baik yang buruh harian atau menjadi karyawan tetap.

Pemkab Kutim memiliki kebijakan agar perusahaan yang masuk memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk diberdayakan. “Kita ingin semua perusahaan perkebunan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jika masih kurang barulah mencari dari luar Kutim,” kata Bupati H Isran Noor.
Kebijakan Pemkab Kutim itu mendapat sambutan sejumlah perusahaan yang kini mulai berkehun di Kutim. Hal itu dimaksudkan, untuk mendekatkan diri antara perusahaan dengan masyarakat sekitar kebun, selain juga secarta tidak langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apabila perusahaan merekrut tenaga dari luar, tentunya memerlukan biaya yang lebih besar, seperti transportasi, perumahan dan sebagainya. Namun kalau merekrut tenaga kerja lokal, tidak memerlukan biaya transport dan perumahan. Selain itu, perushaaan juga lebih untung karena masyarakat lokal yang ikut bekerja secara tidak langsung menjadi warga sekitar ikut menjaga investasi yang cukup besar itu.

Kepedulian perusahaan untuk merekrut tenaga kerja lokal juga dibuktikan secara nyata. Salah satu contohnya di PT Swakarsa Sinarsentosa di Muara Wahau yang sudah mempekerjakan ribuan warga setempat. Selain itu juga memberdayakan kontraktor lokal sebagai pemasok bahan baku makanan atau pembangunan fisik di kawasan perkebunan.

“Kita juga memberdayakan warga lokal agar mampu berusaha dengan baik. Tentunya kota beri bimbingan agar mereka mampu bersaing dan tumbuh dengan sehat dan baik,” kata Abdul Halim Johar mewakili manajemen Swakarsa. Bahkan pihaknya juga mengeluarkan kebijakan untuk memberikan beasiswa bagi warga lokal untuk disekolahkan di sektor perkebunan. Jika sudah lulus bakal direkrut jadi tenaga di perusahaan tersebut.

Hal yang sama juga dilakukan PT Indonesia Plantation Synergy (IPS) yang memiliki areal di Desa Bual-bual serta PT Guntasamba juga menerapkan hal yang sama. Kedua perusahaan itu bersama perusahaan lainnya telah melakukan rekrutmen tenaga kerja lokal terlebih dulu, sebelum mempekerjakan dari warga luar.
Bahkan pihak perusahaan juga memiliki kewajiban moral dan sosial untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada putra-putri yang sekolah di luar. “Program pendidikan seperti ini sduah dilakukan PT IPS yang memberikan biaya sekolah kepada anak-anak sekitar Kutim. Bahkan setelah lulus nanti juga bakal direkrut menjadi karyawan di perusahaan tersebut,’ kata Camat Sangkulirang H Hormansyah.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 11 OKTOBER 2010


Artikel Terkait