Penyakit Busuk Pangkal Batang Ancam Tanaman Lada
14 Oktober 2016 Admin Website Berita Kedinasan 304
Penyakit Busuk Pangkal Batang Ancam Tanaman Lada

SAMARINDA. Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (UPTD P2TP) Kaltim melaksanakan kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) penting pada tanaman perkebunan, khususnya tanaman lada.

Kepala UPTD P2TP, Supriyadi mengatakan lada merupakan komoditas unggulan perkebunan di Kaltim dan banyak memberikan kontribusi besar kepada pendapatan petaninya, namun serangan penyakit, diantaranya jamur Phytophtora capsici yang menyebabkan busuk pangkal batang perlu diwaspadai.

"Serangan jamur Phytophtora capsici yang menyebabkan busuk pangkal batang sangat membahayakan tanaman lada karena dapat mengakibatkan kematian tanaman, sehingga mempengaruhi turunnya hasil produksi," ungkapnya, saat ditemui di kantor UPTD P2TP di Samarinda, Kamis (13/10) kemarin.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya bekerjasama dengan BPTP Pontianak melaksanakan kegiatan demplot pengendalian OPT penting tanaman perkebunan , khususnya dilahan perkebunan lada milik kelompok tani Adil Usaha di desa Tani Bakti, kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang saat ini terserang penyakit busuk pangkal batang dengan luas 11 Ha.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai kegiatan demplot pengendalian penyakit busuk pangkal batang (Phytophtora capsici) pada tanaman lada. Dilanjutkan dengan kunjungan ke lapangan untuk melihat langsung lokasi demplot dan melihat kondisi tanaman lada yang terserang penyakit busuk pangkal batang tersebut.

Berdasarkan hasil identifikasi dan pengamatan di lokasi demplot, Supriyadi memaparkan, ternyata tanaman lada tersebut terkena serangan yang dikategorikan berat karena siklus perkembangannya sangat cepat. Selain itu, ditemukan pula OPT lain seperti penyakit kuning, penyakit keriting dan hama penggerek batang.

Guna pengendalian serangan OPT lada tersebut, diambil tindakan menggunakan bubur Bourdeaux sesuai rekomendasi dari ahli peneliti dengan dosis 1 liter dan disiramkan ke pangkal batang lada yang terserang. Sebulan kemudian, ditindaklanjuti menggunakan jamur Trichoderma dengan dosis 200 gram untuk setiap pohonnya.

Kegiatan ini, menghadirkan tim dari BPTP Pontianak, Ibu Ir. Evy Taviana, P.S., M.Si. Sedangkan petani lada peserta demplot menerima beberapa fasilitasi seperti bahan pengendali seperti jamur Trichoderma dan bubur Bourdeaux serta alat pertanian. (erma/rey/disbun)

SUMBER : UPTD PENGEMBANGAN DAN PERLINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN


Artikel Terkait