Pengenaan BK redam ekspor kakao
03 Agustus 2011 Admin Website Artikel 318

JAKARTA. Pemerintah mengklaim implementasi bea keluar (BK) atas komoditas kakao efektif mendorong tercapainya hilirisasi karena berhasil meningkatkan volume kakao olahan. 

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan volume biji kakao selama Januari-Mei turun 36%. Namun di sisi lain volume ekspor kakao olahan meningkat 103%.

"Sejak pengenaan BK, volume ekspor kakao olahan terus mengalami peningkatan," katanya hari ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor kakao pada Juni tercatat sebesar 38.897 ton atau turun 4,6% dibandingkan Mei yang mencapai 40.771 ton.

Penurunan volume ekspor kakao tersebut memengaruhi pencapaian nilai ekspor komoditas tersebut yang juga mengalami penurunan 2,32% menjadi US$131 juta dari US$134 juta.

Secara kumulatif, volume ekspor kakao sepanjang semester I mencapai 199.949 ton atau turun sekitar 15% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun dari segi nilai mengalami penurunan 8% menjadi US$660 juta dari US$718 juta.

DIKUTIP DARI BISNIS INDONESIA, SELASA, 2 AGUSTUS 2011

Artikel Terkait