Pengadaan Bibit Ditanggung Pemkab
20 Agustus 2008 Admin Website Artikel 296
#img1# "Progam pengadaan bibit karet itu baru akan diresalisasikan tahun 2008 ini. Jumlah sebanyak 112.750 pohon. Namun kita masih belum bisa memastikan kapan waktunya, karena masih menunggu anggaran," kata Sugianto ketika menjelaskan kembali program pengadaan bibit karet, Selasa (19/8) kemarin.

Bibit karet tersebut akan dibagikan kepada kelompok tani yang dinilai pantas untuk mendapatkannya. Namun pembagian bibit karet kepada kelompok tani bukan digratiskan. "Bibit karet tersebut dibagikan percuma kepada kelompok tani yang dinilai layak menerimanya, tapi bukan gratis. Yang dimaksudkan adalah bahwa biaya pengadaan bibit karet ditanggung pemerintah kabupaten dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tingkat II. Semoga dalam waktu dekat, mungkin bulan depan sudah bisa direalisasikan.," lanjutnya.

Kasubdin Produksi Dinas Perkebunan menjelaskan bahwa mekanisme pendistribusian bibit karet itu kepada yang berhak, dilakukan melalui Dinas Perkebunan. Kelompok tani yang berminat silakan saja mengajukan permohonan (proposal) kepada dinas perkebunan di kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi. Setelah proposal kelompok tani itu masuk, maka Dinas Perkebunan akan menyeleksi.

"Pertimbangan yang akan dilakukan adalah tentang sejauhmana persiapan seperti lokasi peruntukan bibit karet dimana, luasan lahan berapa, dan kelompok tani yang mana yang akan menerima. Kami akan turun langsung ke lapangan mengecek kebenaran proposal kelompok tani yang mau mendapat bantuan bibit karet. Apa benar-benar lahan sudah sesuai peruntukan tata ruang," paparnya.

Dengan demikian, bantuan Pemkab Kutim kepada kelompok tani yang dimaksud diharapkan betul-betul tepat sasaran. Jadi Pemkab Kutim tidak terfokus pada satu komoditas saja seperti kelapa sawit. Komoditas unggulan lain seperti karet juga ikut dikembangkan pada lahan-lahan potensial.

Keseriusan Pemkab Kutim memberi bantuan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan pendapatan kaum petani, benar-benar dilaksanakan. Meskipun program pengadaan bibit karet molor dari waktu yang telah ditentukan. Namun, kata Sugianto, bukan berarti pemerintah tidak peduli dengan percepatan pembangunan masyarakat. Soal keterlambatan pendistribusian bibit karet karena menyangkut dana.

"Sebenarnya tahun 2007 pemerintah kabupaten sudah menganggarkan pengadaan bibit karet, namun karena suatu hal sehingga program pengadaan bibit karet tersebut terealisasi tahun ini. Sementara tahun 2008 ini dinas perkebunan juga punya program pengadaan bibit karet. Program pengadaan bibit karet tahun 2008 ini, mungkin terealisasi tahun depan. Jika anggarannya ada," jelas Sugianto di ruang kerjanya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 20 AGUSTUS 2008

Artikel Terkait