Pendapatan Petani Sawit Meningkat
24 Juni 2009 Admin Website Artikel 368
#img2# "Secara tidak langsung hal tersebut juga berpengaruh pada peningkatan pendapatan bagi para petani sawit. Petani sawit kini sudah mulai tersenyum lagi karena harga TBS terus meningkat, hingga bulan Mei lalu harganya diatas seribu rupiah," kata Suyono, PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) pertanian yang bertugas di Kecamatan Kongbeng belum lama.

Kemudian lebih detail dirincikannya harga jual kelapa sawit yang terus meningkat tersebut, yakni pada bulan Januari TBS dihargai Rp 675 per kilogram kemudian meningkat menjadi Rp 797 per kilogram di bulan berikutnya.

"Bulan Maret harganya naik lagi jadi Rp 892, April Rp 934 dan bulan Mei mencapai Rp 1024 setelah buah kelapa sawit tersebut dipisahkan antara yang bagus dan yang rusak. Ini sungguh menggembirakan bagi para petani, apalagi produksi kelapa sawit juga terus meningkat," jelas Suyono dan dibenarkan Widodo rekan profesinya yang bertugas di Kecamatan Muara Wahau.

Dari pengembangan sekitar 1.597 hektar kebun kelapa sawit tahun 2008, para petani di Kecamatan Kongbeng bisa menghasilkan uang sekitar Rp 18 miliar.

Sutoyo menambahkan komitmen pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui kebijakan Bupati Isran Noor yang menyatakan akan terus mendukung pengembangan pertanian dalam arti luas melalui program Gerdabangagri (Gerakan Daerah Pengembangan Agribisnis) sangat berdampak positif bagi para petani sawit.

Tetapi, akan lebih maksimal pencapaiannya jika pemerintah terus memfasilitasi penyediaan pupuk untuk tanaman. "Petani bisa lebih meningkatkan produksi sawit, tetapi terkendala pupuk yang terbatas. Jika pupuk tersedia dalam jumlah yang cukup, bukan tidak mungkin target hasil perkebunan kelapa sawit yang dicanangkan bisa tercapai," tambah Sutoyo yang menjadi PPL pertanian semenjak Kabupaten Kutai Timur belum dimekarkan.

Selanjutnya ditambahkannya akibat dari peningkatan produksi dan pendapatan para petani sawit tersebut perputaran uang di Kecamatan Kongbeng dan Muara Wahau juga menjadi lebih meningkat.

Setiap hari menurut Suyono yang telah puluhan tahun menjadi PPL pertanian ini, beberapa bank yang ada di Kongbeng kewalahan melayani nasabah yang kebanyakan adalah petani sawit. Mereka datang untuk menyetor uang hasil penjualan kelapa sawit.

"Akan lebih baik jika ada bank swasta baru yang mau membuka cabang di Kongbeng, sebab petani antri panjang setiap harinya," jelas Suyono.

#img1#


DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 24 JUNI 2009

Artikel Terkait