Pemerintah Tuntut Keseriusan PT JPI dan Warga
30 Januari 2009 Admin Website Artikel 277
#img1# Demikian pula sebaliknya, masyarakat diharapkan berkomitmen terhadap kesepakatan-kesepakatan yang dicapai nanti, sehingga tidak menimbulkan dampak buruk yang merugikan kepada semua pihak. Kegagalan yang pernah terjadi sebelumnya, hendaknya menjadi pembelajaran bersama agar tidak terulang. Sebab, banyak perusahaan yang masuk dan sudah menawarkan diri ingin membuka perkebunan, tetapi setelah diberikan rekomendasi tidak ada realisasinya di lapangan.

"Pemerintah berharap upaya pengembangan sawit di Malinau yang rencananya dimulai pada bulan Mei mendatang betul-betul terwujud dan memenuhi harapan semua pihak," kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Malinau, Yansen TP dalam acara sosialisasi rencana perkebunan kelapa sawit di Balai Adat Malinau Barat antara Pemkab Malinau, PT JPI dan masyarakat Kecamatan Malinau Barat, Kamis (29/1) kemarin.

Pertemuan ketiga pihak tersebut masih dalam konteks sosialisasi program pengembangan sawit terutama berkaitan dengan masalah kesepakatan kerjasama antara PT JPI dengan warga. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Sekkab Malinau Yansen TP, Kepala Dinas Perkebunan Ernest Silvanus, Camat Malinau Barat Juid dan sejumlah aparat pemerintah lainnya termasuk aparat pemerintah kecamatan serta masyarakat Malinau Barat dari berbagai kalangan.

Sedangkan dari pihak perusahaan sendiri dihadiri oleh Direktur Utama PT JPI, Rhapael Susanto, dan General Manager PT JPI, Majamis bin Ibo.

Dalam upaya pengembangan perkebunan sawit khususnya yang diperuntukan bagi masyarakat, Pemkab Malinau seperti disampaikan sekkab, memberikan hak seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melakukan berbagai negosiasi dengan pihak perusahaan. "Pemerintah, pada prinsipnya telah memberikan dukungan terhadap upaya tersebut agar mencapai keberhasilan sebagaimana yang dikehendaki bersama," ujarnya.

Sebab, lanjutnya, keberhasilan upaya pengembangan sawit tersebut akan berdampak bagus bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan daerah, terutama warga dan daerah tempat perkebunan.

DIKUTIP DARI RADAR TARAKAN, JUMAT, 30 JANUARI 2009

Artikel Terkait