(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Pelatihan di Desa Liang, Petani Diperkuat Manajemen dan Solidaritas

28 Juli 2025 Afif Berita Daerah 697
Pelatihan di Desa Liang, Petani Diperkuat Manajemen dan Solidaritas

KUTAI KARTANEGARA. Bukan alat berat atau mesin modern yang jadi tumpuan kemajuan petani di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, melainkan semangat kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Itulah yang digaungkan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) dalam Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan Tahun Anggaran 2025 yang digelar pada 23–24 Juli 2025. Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan budidaya, tapi membangun fondasi manajemen dan kebersamaan dalam kelompok tani.

Pelatihan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan yang diwakili oleh Penyuluh Pertanian Ahli Muda, Arif Sabtamiharja. Dalam sambutannya, Arif menyampaikan pentingnya pembenahan kelembagaan tani dan pola pikir petani dalam menghadapi perkembangan pesat sektor perkebunan di Kalimantan Timur.

“Potensi besar ini tidak akan memberi nilai tanpa manajemen yang baik dan kebersamaan yang kuat di dalam kelompok,” ujarnya.

Pelatihan ini mengangkat lima strategi pemberdayaan yang menyeluruh, pengembangan SDM petani, penguatan struktur kelembagaan, pemupukan modal masyarakat, pengembangan usaha produktif, hingga penyediaan informasi yang tepat guna.

Dengan pendekatan ini, kelompok tani Setia Bakti sebagai peserta didorong memahami pentingnya peran dan fungsi kelompok, mengelola usaha secara berkelanjutan, serta menyusun rencana kerja yang realistis.

Materi tidak hanya dibekali teori, namun juga mendorong aksi kolektif yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan usaha tani.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian, penyuluh lapangan, fasilitator, dan tokoh masyarakat setempat.

Arif berharap hasil dari pelatihan ini bisa terus dikawal melalui pendampingan lapangan yang intensif dan menerapkan ilmu yang diperoleh demi kemajuan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Transformasi tidak bisa instan, tapi jika kita berjalan bersama dan konsisten, kelompok tani bisa menjadi motor perubahan menuju kesejahteraan yang nyata,” pungkasnya. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait