Pasokan Bertambah, Harga CPO Turun
25 Juni 2011 Admin Website Artikel 338

JAKARTA, KOMPAS.com. Akibat pasokan diprediksi akan bertambah, harga CPO kembali mengalami penurunan. Di MDEX (Malaysia Derivatives Exchange) harga CPO untuk penyerahan Juli 2011 ditutup pada level harga 3.205 ringgit per ton dari harga sebelumnya 3.252 ringgit per ton. Di BKDI (Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia) harga CPO untuk penyerahan Juli 2011 ditutup melemah sebesar Rp 95 per kg.

Demikian analisi perkembangan harga yang dirilis Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), di Jakarta, Kamis (23/6/2011). Harga CPO ditutup pada level harga Rp 9.195 per kg.

Stok minyak sawit dunia diekspektasikan bakal meningkat seiring spekulasi kenaikan produksi Indonesia dan Malaysia. Jika produksi bertumbuh, secara alami tingkat cadangan juga akan bertambah.

Produksi CPO April hingga September akan meningkat 9,4 persen menjadi 25,8 juta ton, dibandingkan tahun lalu yang turun 0,4 persen. Sementara, produksi global pada tahun ini diperkirakan naik 7,2 persen menjadi 49,2 juta ton.  

Bulan ini pemerintah menetapkan bea keluar untuk CPO sebesar 17,5 persen. Untuk bulan penyerahan bulan Juli bea keluar dinaikkan menjadi 20 persen. Peningkatan tersebut dipicu naiknya harga referensi CPO.

"Untuk bulan Juli harga referensi ditetapkan sebesar 1.168,38 dollar AS per metrik ton," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, bea keluar sawit ditetapkan secara progresif mengikuti harga referensi. Tujuannya untuk mendukung hilirisasi industri pengolahan dalam negeri.

DIKUTIP DARI KOMPAS, KAMIS, 23 JUNI 2011


Artikel Terkait