Pabrik CPO Terus Bermunculan di Kutim
15 November 2010 Admin Website Artikel 290

Sejak terbentuk 12 Oktober 1999 lalu, Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan di berbagai sektor. Melalui program Gerakan Daerah Pengembangan Agribisnis (Gerdabangagri), pemerintah kabupaten terus melakukan pembenahan dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SALAH satu program unggulan Kutim yakni sektor pertanian dalam arti luas menjadi salah satu unggulan Pemkab Kutim melalui Gerdabangagri terus berlanjut sampai sekarang.  Hal ini sesuai dengan keinginan menjadikan Kutai Timur sebagai pusat agribisnis dan agroindustri sehingga terus dipacu dengan melibatkan berbagai pihak serta menjalin kerjasama semua elemen masyarakat dan perguruan tinggi maupun pemerintah pusat serta pemerintah Provinsi Kaltim.
Kelapa sawit merupakan aalah satu unggulan yang dimiliki Kutim adalah perkebunan kelapa sawit yang saat ini sudah hampir tersebar di semua kecamatan. Jika tahun 2002 lalu sentra perkebunan kelapa sawit hanya berada di dua kecamatan, yakni Muara Wahau dan Kongbeng, kini sudah menyebar hampir ke seluruh kecamatan, meski belum begitu besar seperti di dua kecamatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan tiap kecamatan juga bakal dibangun pabrik CPO mengingat tanaman kelapa sawit sudah dibangun di berbagai kecamatan.
Pembangunan perkebunan sawit pada tahun 2000 seluas 1.235 Ha dengan produksi 172 ton. Seiring dengan perkembangan komoditas kelapa sawit telah terbangun pabrik CPO sebanyak 4 unit yang memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ton/jam. Pada tahun 2008 produksi kelapa sawit sudah mencapai 287.213,9 ton.
Sedangkan perkebunan Kakao luasnya hingga saat ini diperkirakan sekitar 7.808 ha. Kakao juga menjadi unggulan di beberapa kecamatan seperti Busang, Teluk Pandan dan sebagainya. Namun saat ini sudah mulai menurun akibat adanya serangan hama. Selain itu, hasil perkebunan lainnya yang sudah berproduksi adalah kopi, lada, vanili, kelapa, dan karet. Untuk yang terakhir ini, di Kecamatan Long Mesengat diharapkan menjadi sentralnya, karena warga di sana sudah banyak yang mengembangkan tanaman keras tersebut.
Untuk penanaman perkebunan kelapa sawit ini, Pemkab Kutim menargetkan 350.000 hektare hingga sampai 2016 lahan perkebunan kelapa sawit, baik perusahaan perkebunan swasta besar maupun kebun rakyat. Hal ini merupakan wujud dukungan Kutai Timur terhadap program  satu juta hektare sawit di Kalimantan Timur. Dengan luas lahan yang dimiliki Kutai Timur sekitar 1,4 juta hektare, pengembangan tanaman kelapa sawit bisa dicapai.
Saat ini, pengembangan perkebunan bukan saja kelapa sawit, namun sudah berkembang kepada komoditi lainnya. Antara lain karet, kakao, kenaf, vanili, maupun komoditi yang memiliki ekonomi tinggi. Potensi perkebunan dan pertanian di Kutim yang cukup besar, menjadi incaran kalangan investor. Hal ini disebabkan iklim investasi di daerah ini cukup kondusif serta mendapat dukungan masyarakat.
Keberhasilan pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit juga diikuti dengan pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang dilakukan sejumlah perusahaan. Antara lain di Muara Wahau dan Kongbeng serta di Sangkulirang dan Karangan. Kapasitas pabrik CPO itu sudah mencapai ratusan ton per hari. Pabrik minyak kelapa seperti itu bakal tumbuh dan berkembang seiring dengan pengembangan kebun sawit yang tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan di Muara Wahau, juga telah berdiri pabrik bio diesel yang telah diresmikan dan menghasilkan solar, namun sementara ini untuk memenuhi kebutuhan pabrik sendiri. Saat ini, tanaman perkebunan kelapa sawit di daerah ini bahakn sudah melampaui kabupaten Paser yang terlebuh dulu menanam komoditi yang sama.

Beberapa waktu lalu, Bupati Isran Noor juga telah meresmikan pabrik CPO di kecamatan Muara Bengkal dan Muara Wahau. Dengan adanya penambahan pabrik CPO di dua kecamatan itu menunjukkan bahwa pertumbuhan perkebunan kelapa sawit dan produksinya terus mengalami peningkatan yang cukup baik.
Isran Noor meminta kepada masyarakat terus mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayahnya masing-masing. Sebab, dengan pembangunan pabrik CPO ini, banyak juga tenaga kerja yang diserah, sehingga akan memberikan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 15 NOPEMBER 2010


Artikel Terkait