(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Menuju Perkebunan Modern, Disbun Dorong Hilirisasi Komoditi Unggulan

14 November 2025 Afif Berita Daerah 168
Menuju Perkebunan Modern, Disbun Dorong Hilirisasi Komoditi Unggulan

SAMARINDA. Dinamika pengembangan perkebunan rakyat di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan ketika Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menggelar Pertemuan Perencanaan Pengembangan Kawasan Perkebunan Rakyat di UPTD Balai Pelatihan Penyuluh Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Selama dua hari, 12–13 November 2024, forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan perkebunan rakyat yang lebih berkelanjutan, modern, dan berpihak pada kesejahteraan petani.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Muhammad Fahrozi, Penyuluh Pertanian Ahli Muda Disbun Kaltim, ini menghadirkan sekitar 27 peserta dari berbagai daerah. Mereka berasal dari Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Paser, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, hingga Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara. Kehadiran lintas instansi ini menegaskan komitmen kuat terhadap penyelarasan kebijakan, data, dan arah pembangunan perkebunan rakyat di seluruh Kalimantan Timur.

Hari pertama diisi pemaparan oleh Asmirilda, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengembangan Komoditi Disbun Kaltim. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini difokuskan pada dua tujuan utama yaitu memberikan arah kebijakan, masukan, dan koordinasi seluruh informasi pengembangan perkebunan rakyat di Kaltim, serta mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya sebagai dasar pengambilan keputusan untuk percepatan program tahun mendatang.

Asmirilda juga menyoroti empat sasaran penting kegiatan, mulai dari peningkatan produksi melalui perluasan areal, peremajaan, rehabilitasi, hingga intensifikasi, peningkatan kesejahteraan pekebun melalui bantuan sarana prasarana, penguatan usaha perkebunan berkelanjutan melalui sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar dan penerapan Good Agriculture Practices (GAP), hingga peningkatan kapasitas teknis petugas dan petani melalui pelatihan serta bimbingan teknis.

Dalam penyampaiannya, Asmirilda turut menekankan bahwa salah satu Rencana Pelaksanaan Program Unggulan (Jospol 1) 2025–2030 adalah mendorong hilirisasi industri pertanian melalui peningkatan dan perluasan areal berbasis pertanian modern.

Menurutnya, hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perkebunan rakyat yang tangguh dan berdaya saing tinggi, sekaligus mendukung agenda strategis pembangunan daerah.

Pada hari kedua, materi dilanjutkan oleh Muhammad Jakaria dari CV. Wahana Mitra Banguncita yang membahas penyegaran dan mekanisme penginputan data pada Aplikasi Si CPCL Kebun Tahun 2025, lengkap dengan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Jaka menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan sebagai instrumen kunci pengelolaan data perkebunan, mulai dari pendataan kelompok tani, validasi calon lahan, hingga pemetaan kebutuhan program tahun berjalan.

Integrasi AI pada aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data, mempercepat proses analisis, dan meminimalkan kesalahan input yang selama ini sering menjadi kendala di lapangan.

“Aplikasi CPCL dikembangkan untuk memastikan data perkebunan terkelola dengan baik, transparan, dan siap digunakan dalam pengambilan kebijakan,” ungkapnya

Menutup kegiatan, Muhammad Fahrozi menyampaikan harapan agar seluruh kelompok tani di Kalimantan Timur dapat terintegrasi dalam satu basis data yang solid, mutakhir, dan mudah diakses guna memudahkan perencanaan program perkebunan di masa depan.

“Besar harapan saya, tidak ada lagi kelompok tani yang tercecer datanya. Semua harus masuk, demi perencanaan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Fahrozi menyampaikan bahwa validitas data menjadi pondasi dalam menentukan arah kebijakan yang tepat sasaran, terutama terkait pemerataan bantuan, peningkatan produksi, dan percepatan pembangunan perkebunan rakyat.

Dengan terselenggaranya pertemuan dua hari ini, Disbun Kaltim berharap terbentuknya keselarasan program antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, peningkatan kualitas perencanaan, serta terbangunnya sinergi yang lebih kuat dalam mengembangkan kawasan perkebunan rakyat yang modern, produktif, dan berkelanjutan. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait