Peringatan Hari Perkebunan, Disbun Gelar Donor Darah
10 Desember 2009 Admin Website Artikel 298
Peringatan hari perkebunan ke 52 tahun 2009 adalah untuk menggugah terutama generasi muda dan generasi yang akan datang untuk memahami betapa besarnya potensi perkebunan yang kita miliki dan meraka diharapkan tertarik mengelola potensi tersebut untuk kemakmuran bangsa ini Sebab, jika generasi muda kita tidak peduli dan acuh terhadap potensi perkebunan ini, maka akan datang investor/pengusaha dari luar. Inilah yang kita khawatirkan di era globalisasi ini, Dengan keterbukaan perdagangan dunia saat ini, generasi muda kita harus siap mengelola suberdaya perkebunan Indonesia dan juga siap bersaing dengan pengusaha-pengusaha lainnya di dunia. Melalui hari perkebunan, yang kita diperingati setiap tahun merupakan upaya yang terus terus kita lakukan, agar generasi muda kita semakin mengenal dan semakin tertarik untuk menerjuni usaha perkebunan.

Dari catatan sejarah, nilai ekonomi komoditi perkebunan yang tinggi pada jaman dahulu, khususnya rempah-rempah telah menarik minat pedagang-pedagang besar seperti dari India, Persia, Belanda, Inggris, Portugis dan lain-lainnya datang menempuh perjalanan yang jauh dan penuh tantangan. Kemewahan rempah-rempah ini pula yang menjadi alasan utama bangsa Belanda memonopoli perdagangan di sentra penghasil komoditi, bahkan kemudian melakukan penjajahan demi keberlangsungan perdagangan yang menjadi sumber penghasilan utama negara penjajah.

Produksi beberapa komoditas perkebunan dan devisa yang dihasilkan cukup tinggi. Tahun 2008 memperoleh devisa sebesar US$ 24,5 milyar dan tahun 2009 diperkirakan meningkat menjadi US$26,5 milyar. Sementara itu, jumlah petani-pekebun yang mengelola usaha berbagai jenis komoditas tahun 2009 sebanyak 19,70 juta KK. Hal ini membuktikan bahwa sektor perkebunan menjadi salah satu penopang ekonomi rakyat. Perkebunan juga mampu menghadapi berbagai krisis ekonomi seperti yang terjadi pada tahun 1997/98 dan tahun 2008. Sektor ini juga memberikan kontribusi dalam mengatasi berbagai masalah nasional seperti penyediaan lapangang kerja dan penanggulangan kemiskinan.

Terkait dengan peranan perkebunan ke depan, maka tema hari perkebunan tahun 2009 adalah "Membangun Perkebunan Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan dan Kemakmuran Bangsa". Melalui tema ini diharapkan akan terbangun suatu komitmen bersama dari seluruh stakeholder perkebunan untuk mengembangkan perkebunan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Pembangunan berkelanjutan dapat diartikan sebagai upaya pengelolaan sumberdaya dan usaha perkebunan melalui penerapan teknologi dan kelembagaan secara berkesinambungan bagi generasi kini dan masa depan.

Organisasi profesi, asosiasi, perusahaan-perusahaan di bidang perkebunan, diharapkan dapat berperan sebagai pelopor dan penggerak petani perkebunan, kelompok petani perkebunan dan kontak petani perkebunan andalan untuk turut berpartisipasi aktif dalam memperingati Hari Perkebunan dan mengisi kegiatan Pekan Perkebunan. Sementara, panitia nasional peringatan hari perkebunan yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Perkebunan bersama instansi terkait akan menyelenggarakan Pekan Perkebunan yang dipusatkan di Yogyakarta dengan berbagai kegiatan.


#img2#
























#img3#
























SUMBER : HUMAS DISBUN KALTIM & DITJENBUN DEPTAN
DOKUMENTASI : SUB BAGIAN PERENCANAAN PROGRAM

Artikel Terkait