Maksimalkan Pengembangan Kakao
01 Oktober 2012 Admin Website Artikel 267

TANJUNG REDEB. Dinas Perkebunan (Disbun) Berauterus berupaya mengembangkan budidaya tanaman kakao di beberapa kampung yang telah ditetapkan sebagai kawasan sentra kakao. Bahkan pengembangan kakao tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dengan program gerakan nasional (Gernas) kakaoyang telah berjalan tiga tahun terakhir.

Menurut Kepala Disbun Berau Basri Sahrin, tahun 2012 ini program gernas masih berlanjut dengan pengembangan kakao di Kecamatan Segah, dengan luasan mencapai 200 hektare, selain melakukan penanaman di lahan baru. Dalam program gernas, diungkapkan Basri juga dilakukan upaya peremajaan terhadap tanaman kakao yang mati maupun rusak karena terseranghama atau faktor bencana lain. "Sebelumnya juga dilaksanakandi Kecamatan Gunung Tabur, Kelay, hingga di kecamatan Biatan yang merupakan sentra kakao di Berau," ungkapnya.

Total luasan tanaman kakao yang telah dikembangkan petani Berau, kata Basri,hingga 2012 ini telah lebih dari 4 ribu hektare. Sebanyak 2.500 hektarebahkan sudah menghasilkan, sementara tanaman fase belum menghasilkan mencapai 1.300 hektare. Angkaproduksi mencapai 1.601 ton. "Dari data sementara yang mengalami rusak masih ada sekitar 239 hektare. ini yang juga kita targetkan segera diatasi," ucapnya.

Program pengembangan kakao yang juga didukung pusat tersebut, akan terus berlanjut hingga 2013 mendatang. Pihaknya juga terus memaksimalkan dengan terus menggiatkan kegiatan penyuluhan dan pendampingan terhadap petani bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan. "Kita terus maksimalkan program ini, karena tidak semua kabupaten di Kaltim yang mendapat dukungan dari pusat untuk gernas kakao," ucapnya.

Jajaran Disbun, ditegaskan Basri juga terus melakukan evaluasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Baik dari peningkatakan  luasan maupun kualitas dan kuantitas hasil produksi. Pihaknya juga menyarankan kepada petani untuk langsung melapor jika ada kendala dalam pengembangan budidaya kakao. "Silakan lapor ke Disbun kalau memang ada yang terserang hama atau penyakit kakao, untuk segera ditindaklanjuti oleh tim yang sudah Kami siapkan," katanya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 1 OKTOBER 2012

Artikel Terkait