Lada Kukar Diminati Eropa
27 Agustus 2012 Admin Website Artikel 373

TENGGARONG. Perkebunan lada yang berada di Kecamatan Loa Janan, Kukar, mampu mengekspor lada sebanyak 26 ton per tahun. Setidakanya data itu diperoleh 2011 lalu, dan dari sekian banyak lada yang dihasilkan di Loa Janan, dua desa penghasil terbesar yakni Desa Batuah dan Desa Tani Harapan.

Demikian disampaikan Kepala UPTD Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kukar Wahono saat melakukan pertemuan dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol Dafip Haryanto di ruang kerja Kabag Humas, belum lama ini.

Pada pertemuan tersebut, Wahono membawa pembeli lada yaitu Manager Director United Indonesia Spices (Unispices) Nanto Prasetyo dari Belanda. Menurut Wahono, areal perkebunan lada yang ada di Loa Janan seluas 4.500 hektare (ha), dengan produksi lada rata-rata mencapai 0,8 ton per ha/tahun.

Sebelumnya, hasil panen lada dari Loa Janan hanya dibeli dari daerah lain seperti Bangka Belitung, untuk memenuhi kebutuhan ekspor dari Bangka Belitung. Namun dua tahun terakhir, produksi lada juga diekspor ke sejumlah negara. Kata dia, sesuai hasil survei yang dilakukan ternyata lada Kalimantan, khususnya Loa Janan memiliki kualitas terbaik dibandingkan dengan lada lain di Indonesia, sehingga banyak diminati di negara-negara Eropa.

"Saat ini lada dari Kecamatan Loa Janan juga diminati oleh pembeli dari mancanegara, misalnya Belanda," ujar  Wahono

Wahono berharap ke depan produksi lada di Loa Janan dapat terus meningkat, terlebih dapat dikenal di kancah internasional seperti produk Muntok White Peppers produksi Bangka Belitung. Selain meningkatkan produksi dan kualitas lada dengan melakukan peremajaan dan rehabilitasi tanaman lada di Kukar, dia juga berharap agar areal perkebunan ada, tidak semakin berkurang akibat perkebunan lada beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan lahan tambang.

"Ke depan lada dari Kukar akan kita promosikan ke Belanda dengan nama Kalimantan White Peppers. Kami berharap semakin terkenalnya lada daerah ini, akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan kepada petani lada di daerah ini," jelasnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 27 AGUSTUS 2012

Artikel Terkait