Tiap Kecamatan Bakal Punya Pabrik Minyak Kelapa Sawit
24 November 2010 Admin Website Artikel 287

Meski Kutai Timur memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun perlu kebijakan yang arif dalam mengelolanya. Oleh karena itulah, dalam melaksanakan program pembangunan Pemkab Kutim lebih mengutamakan pada pengembangan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

PEMBANGUNAN sektor pertanian dalam arti luas yang menjadi salah satu ikon Pemkab Kutim melalui Gerdabangagri terus berlanjut sampai sekarang.  Hal ini sesuai dengan keinginan menjadikan Kutai Timur sebagai pusat agribisnis dan agroindustri sehingga terus dipacu dengan melibatkan berbagai pihak serta menjalin kerja sama semua elemen masyarakat dan perguruan tinggi maupun pemerintah pusat serta pemerintah provinsi Kaltim.

 Salah satu unggulan yang dimiliki Kutim adalah perkebunan kelapa sawit yang tersebar di 18 kecamatan. Jika tahun 2002 lalu sentra perkebunan kelapa sawit hanya berada di dua kecamatan, yakni Muara Wahau dan Kongbeng, kini sudah menyebar hampir ke seluruh kecamatan, meski belum begitu besar seperti di dua kecamatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan tiap kecamatan juga bakal dibangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) karena tanaman kelapa sawit sudah mulai terlihat di berbagai kecamatan.

Pembangunan Perkebunan Sawit pada tahun 2000 seluas 1.235 Ha dengan produksi 172 ton. Seiring dengan perkembangan komoditas kelapa sawit telah terbangun pabrik CPO sebanyak 4 unit yang secara keseluruhan memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ton/jam. Pada tahun 2008 produksi kelapa sawit sudah mencapai 287.213,9 ton.

 Untuk perkebunan Kakao pada tahun 2000 seluas 2.211 Ha, tahun 2008 menjadi 6.807 Ha. Selain itu, hasil perkebunan lainnya yang sudah berproduksi adalah kopi, lada, vanili, kelapa, jarak pagar dan karet.

 Untuk penanaman perkebunan kelapa sawit ini, Pemkab Kutim mentargetkan 350.000 hektare hingga 2011 nanti dan sampai 2016 ditargetkan mencapai 500.000 hektare lahan perkebunan kelapa sawit, baik perusahaan perkebunan swasta besar maupun kebun rakyat. Hal ini merupakan wujud dukungan Kutai Timur terhadap program 1 juta hektare di Kalimantan Timur. Dengan luas lahan yang dimiliki Kutai Timur sekitar 1,4 juta hektare, pengembangan tanaman kelapa sawit bisa dicapai.

          Saat ini, pengembangan perkebunan bukan saja kelapa sawit, namun sudah berkembang kepada komoditi lainnya. Antara lain karet, kakao, kenaf, vanili, maupun komoditi yang memiliki ekonomi tinggi. Potensi perkebunan dan pertanian di Kutim yang cukup besar, menjadi incaran kalangan investor. Hal ini disebabkan iklim investasi di daerah ini cukup kondusif serta mendapat dukungan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit ini juga diikuti dengan pembangunan pabrik CPO yang dilakukan sejumlah perusahaan. Antara lain di Muara Wahau dan Kongbeng serta di Sangkulirang dan Karangan. Kapasitas pabrik CPO itu sudah mencapai ratusan ton per hari. Pabrik CPO seperti itu bakal tumbuh dan berkembang seiring dengan pengembangan kebun sawit yang tersebar di seluruh kecamatan.

Bahkan di Muara Wahau, juga telah berdiri pabrik Bio Diesel yang telah diresmikan dan menghasilkan solar, namun sementara ini untuk memenuhi kebutuhan pabrik sendiri. Saat ini, tanaman perkebunan kelapa sawit di daerah ini bahakn sudah melampaui kabupaten Paser yang terlebuh dulu menanam komoditi yang sama.

 “Pemerintah memprogramkan pembangunan perkebunan kelapa sawit kerjasama antara investor dan masyarakat melalui program pola kemitraan. Dengan demikian, baik masyarakat maupun perusahaan akan maju bersama dalam membangun perkebunannya. Melalui pola tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, namun berperan aktif dalam membangun perkebunannya serta ikut menjaga asset yang dimiliki. Dengan demikian, suasana dan iklim investasi akan tetap kondusif, karena masyarakat ikut dilibatkan di dalamnya,” kata Kepala Dinas perkebunan Kutim H Akhamadi Baharuddin.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 24 NOPEMBER 2010

 


Artikel Terkait