Kutai Timur Terbaik Bidang Perkebunan
10 Januari 2013 Admin Website Artikel 361

SANGATTA. Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk membangun ekonomi kerakyatan berbasis agrobisnis terus menuai hasil yang positif. Selain mempercepat kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sektor ini juga mendapat perhatian pemerintah pusat maupun Provinsi Kaltim.

Kepala Dinas Perkebunan Kutim Akhmadi Baharuddin menyebutkan, tahun ini Kutim kembali dinobatkan sebagai kabupaten terbaik tingkat provinsi kategori keberhasilan pembangunan perkebunan, khususnya kebun plasma bagi masyarakat. Penghargaan itu diserahkan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-56 Provinsi Kaltim di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Rabu (9/1) kemarin.

"Kutim menjadi yang terbaik mengalahkan dua kabupaten lain yakni Paser di tingkat kedua serta Kutai Kartanegara di tingkat ketiga. Daerah ini menjadi peringkat pertama sebagai kabupaten terbaik bidang perkebunan setelah dinilai tim Pemprov Kaltim dibawah koordinasi Balitbangda Kaltim", kata Akhmadi Baharuddin.

Berita tentang pemberian penghargaan tersebut tertulis dalam surat undangan Dinas Perkebunan Kaltim bernomor 002.6/100/BU perinhal : menghadirkan penerima penghargaan HUT Provinsi Kaltim ke 56 tahun 2013 tanggal 7 Januari 2013. Menindaklanjuti surat Sekretaris Pemprov Kaltim dengan nomor 011.3/1/429/Pem.Um.B/2012 tanggal 29 Desember 2012.

"Penyerahan penghargaaan kepada Pemkab Kutim diserahkan pada Malam Kaltim Award di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda," lanjutnya.

Dikatakan, penghargaan yang diterima Kutim terkait pengembangan kebun plasma memang sangat wajar diberikan kepada daerah ini. Mengapa demikian, karena dari seluruh pengembangan perkebunan kelapa sawit saat ini, telah terbangun sekitar 18.89 persen kebun kemitraan. Itu artinya persentase pembangunan kebun plasma berdasarkan Permentan Nomor 26 Tahun 2007 sebesar 20 persen dari total pengembangan perkebunan hampir tercapai dan sangat mungkin terealisasi. Mengingat pihak perusahaan dengan pengawasan Pemkab Kutim melalui Disbun terus melakukan penambahan kebun kemitraan hingga mencapai 20 persen sesuai amanat di dalam Permentan.

"Secara nasional persentase kebun plasma ini merupakan yang terbesar di seluruh Indonesia. Kutim juga merupakan daerah yang dikategorikan berhasil menangani segala permasalahan terkait pengembangan perkebunan kemitraan kelapa sawit seperti maslaah tapal batas dan sebagainya," jelas Akhmadi.

Untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit pola plasma dan kemitraan, Dishub juga mengembangkan program kemitraan transportasi seperti jasa angkut tandan buah segar (TBS), kemitraan sarana produksi yaiut terkait pengolahan CPO hasil kebun milik masyarakat diluar kebun plasma yang dikembangkan perusahaan serta kemitraan pengadaan bibit antara pihak perusahaan dan masyarakat, sehingga bibit yang didapat terjamin kualitas dan keasliannya.

SUMBER: KALTIM POST, KAMIS, 10 JANUARI 2013

Artikel Terkait