Sektor Perkebunan Topang Perekonomian
19 Juni 2012 Admin Website Artikel 324

NUNUKAN. Sektor perkebunan di Kabupaten Nunukan merupakan salah satu penopang ekonomi daerah yang sangat potensial. Sektor perkebunan yang menjadi primadona antara lain kelapa sawit, kakao, kopi, lada dan kelapa.

Industri perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nunukan merupakan sektor unggulan yang tengah digalakkan melalui program sawit sejuta hektar. Areal pengembangan perkebunan dan industri pengolahan CPO dipusatkan di sepanjang perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Sentra perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nunukan dipusatkan di Kecamatan Sebuku, Sembakung, Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Lumbis serta sebagian di Kecamatan Nunukan. Hingga saat ini telah beroperasi dua pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) milik PT Comismar Wanamaja Agro dan PT Nunukan Jaya Lestari.

Peluang investasi terbuka lebar bagi usaha perluasan kawasan perkebunan, indutsri pengolahan CPO, kilang minyak goreng maupun biodiesel dan industri turunan lainnya.

Komoditi andalan lainnya yakni kakao. Ini merupakan komoditi perkebunan yang telah lama dikembangkan di Kabupaten Nunukan yang berpusat di kecamatan Sebatik dan kecamatan Sebatik Barat. Bersama pisang, kakao telah menjadi komoditi perdagangan antar negara oleh masyarakat di perbatasan. Biji kakao yang telah difermentasi dijual ke Negara Bagian Sabah, Malaysia oleh penduduk sebagai bahan baku industri makanan dan bubuk atau susu cokelat.

Peluang investasi terbuka bagi industri pengolahan bubuk kakao, industri susu cokelat dan industri makanan. Peluang pasar terbuka lebar baik perdagangan dalam dan luar negeri dengan harga yang kompetitif mengingat ketersediaan bahan baku industri dalam negeri.

Usaha lain di sektor perkebunan yang prospektif bagi pengembangan usaha dan investasi di Kabupaten Nunukan adalah perkebunan kelapa, kopi lada dan panili.

Sentra pengembangan komoditas tersebut berada di kecamatan Sebatik, kecamatan Sebuku dan kecamatan Sembakung. Sedangkan untuk panili, dipusatkan di kecamatan Krayan dan Krayan Selatan, serta sebagian kecamatan Lumbis.

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Nunukan Masniadi mengatakan, Dishutbun Nunukan mengembangkan tiga komoditi di Kabupaten Nunukan diantaranya kelapa sawit, kakao dan karet.

"Sementara untuk komoditi karet, Dishutbun baru tahun ini merealisasikannya di Nunukan. Produksi karet diperkirakan pada tahun 2016 mendatang", ujarnya.

Ia juga menambahkan, ketiga komoditi yang dikembangkan di Nunukan merupakan tanaman yang cocok untuk dikembangkan oleh perusahaan dan perkebunan rakyat, sektor perkebunan.

Sementara untuk produksi di bidang perkebunan yang paling menonjol dan memberikan hasil yang paling besar adalah komoditi kelapa sawit.

DIKUTIP DARI TRIBUN KALTIM, SENIN, 18 JUNI 2012

Artikel Terkait