Kubar Peringkat Pertama Nonkemitraan
23 April 2008 Admin Website Artikel 390
Keberhasilan Kubar ini disampaikan langsung Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Maksum AM dalam acara rapat koordinasi (rakor) pembangunan perkebunan se-Kaltim di Auditorium Tulur Aji Jangkat, Kantor Bupati Kubar, Selasa (22/4) kemarin.

#img1# Rakor yang bertemakan, Konsolidasi dan Percepatan Program Revitalisasi Perkebunan Yang Berkelanjutan ini menurut Maksum, dalam tahun 2007 program revitalisasi perkebunan Kubar belum nampak dibandingkan dengan Nunukan, Kutai Timur dan Paser. Namun yang terjadi pada tahun anggaran 2008 Kutai Barat langsung bertengger dinomor satu pada program non kemitraan dan nomor dua program kemitraan. "Ini merupakan sebuah prestasi yang menggagumkan dan mudah-mudahan ke depan dapat dipertahankan," sanjung Maksum di hadapan ratusan peserta rakor yang diikuti semua kepala dinas perkebunan kabupaten/kota se-Kaltim.

Kemudian kalau berbicara angka untuk bidang kemitraan, lanjutnya, Kubar berada di Kutai Timur dengan jumlah 8 perusahaan kemitraan, 2.060 kepala keluarga, dan 8.220 hektare lahan yang tersedia. Sedangkan untuk program non kemitraan menempati peringkat pertama yaitu 18 kelompok tani, 5.495 kepala keluarga, dan 9.732 hektare. "Karena berkaca dari hal itulah Kutai Barat dijadikan tempat Rakor Perkebunan se-Kaltim," tegasnya. "Walaupun begitu, 12 kabupaten/kota se-Kaltim, jangan berkecil hati,"lanjut Maksum. Karena sambungnya, Kaltim menempati peringkat kedua nasional, hanya saja dari segi pembiayaan Kaltim menempati peringkat paling buruk. Kemudian berbicara tentang luasan lahan Kaltim belum apa-apa dibandingkan dengan peringkat pertama Provinsi Sumatera Selatan dan peringkat ketiga Provinsi Sumatera Utara. "Ini menjadi pemikiran kita bersama untuk membangun pola kemitraan dan non kemitraan Kaltim untuk itu dibutuhkan konsolidasi, dan percepatan program revitalisasi perkebunan yang berkelanjutan," harapnya.

Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh mengatakan, menyambut baik diselenggarakan rapat koordinasi yang memiliki makna strategis dalam rangka upaya sinkronisasi dan konsolidasi kegiatan pembangunan perkebunan tahun 2008 serta penyusunan rencana tahun 2009. "Dan menjadi sarana yang efektif untuk membahas masalah-masalah pembangunan daerah khususnya di bidang perkebunan yang ditindaklanjuti melalui program yang akan datang," kata Yurnalis Ngayoh dalam sambutan tertulis yang disampaikan Wakil Bupati Kubar H Didik Effendi, sekaligus membuka .

Dijelaskannya, perkembangan perkebunan Kaltim tahun 2007 mengalami peningkatan seluas 508.544 hektare dibandingkan tahun 2006 seluas 420.750,5 hektare. Tanaman perkebunan yang menonjol adalah kelapa sawit, dan karet. "Untuk tanaman kelapa sawit tahun 2006 sebesar 225.337 hektare dan tahun 2007 mencapai 326.869 hektare. Sedangkan tanaman karet tahun 2006 mencapai 64.957 hektare dan tahun 2007 mencapai 70.511 hektare," kata Yurnalis Ngayoh.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kubar H Achmad Sofyan selaku Ketua Panitia Rakor Pembangunan Perkebunan se-Kaltim mengatakan, terlaksananya kegiatan ini untuk mencari solusi dan menyediakan satu mediasi pemerintah dalam menyalurkan dan menyatukan satu persepsi dalam program pembangunan perkebunan dan pertanian secara luas. "Tujuan utamanya, adalah melaksanakan evaluasi program dan kegiatan program pembangunan 2007, dan memantapkan pelaksanaan anggaran perkebunan yang berbasis kinerja 2008 sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata H Achmad Sofyan.

Selain itu ia merincikan, antara lain, mensinergikan program pembangunan perkebunan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah serta sumber pembiayaan lainnya. Mensosialisasikan kebijakan yang memiliki anggaran perkebunan, melaksanakan tukar pendapat pembangunan perkebunan antar kabupaten/kota se-Kaltim serta memantapkan rencana pembangunan perkebunan 2009 sesuai dengan program unggulan daerah masing-masing.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 23 APRIL 2008

Artikel Terkait