Krisis Berimbas ke Harga Karet
20 Agustus 2011 Admin Website Artikel 356

JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat dan Eropa telah berimbas ke harga karet. Harga karet ikut melemah seiring dengan perlambatan permintaan di kedua wilayah tersebut. Kalangan eksportir mulai mengalihkan ekspor ke negara-negara alternatif, seperti Korea dan Jepang.    

Menurut laporan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), harga karet berjangka RSS3 pada Kamis (18/8/2011) ditutup melemah.

Harga karet berjangka untuk penyerahan Agustus 2011 ditutup pada level harga 3,89 juta per kilogram dari harga sebelumnya 3,93 juta per kilogram.

"Penurunan harga karet dikarenakan adanya kekhawatiran atas krisis utang dan jatuhnya harga minyak mentah yang mengurangi daya tarik komoditas," kata Kepala Bappebti Syahrul Sempurnajaya, Jumat (19/8/2011).

Di dalam negeri, harga karet alam untuk semua jenis yang diperdagangkan di pasar lelang setempat tidak ada perubahan. Harga karet alam jenis slab 100 persen kadar karet kering (KKK) masih tetap bertahan Rp 35.200 per kg, slab bersih 70 persen Rp 24.640 per kg, dan slab bersih 50 persen ditawarkan Rp 16.700 per kg.

Stabilnya harga dikarenakan permintaan konsumen masih biasa dan persediaan barang di pasaran cukup tersedia, yang didukung arus pasokan dari petani setempat lancar.

DIKUTIP DARI KOMPAS, JUMAT, 19 AGUSTUS 2011


Artikel Terkait