Komitmen 20-20-20 demi Majukan Pertanian
13 Juni 2011 Admin Website Artikel 330

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan sejumlah delegasi dalam World Economic Forum on East Asia 2011 telah menghasilkan kesepakatan untuk membentuk World Economic Forum Partnership for Indonesia Sutainable Agriculture. Hal ini merupakaan suatu kemitraan dengan World Economic Forum untuk mewujudkan sektor pertanian yang berkesinambungan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Radjasa dalam daily press briefing World Economic Forum on East Asia (WEF EA) 2011 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (12/6/2011).

"Intinya, sebuah kemitraan dengan World Economic Forum untuk sektor pertanian yang berkesinambungan, yaitu apa yang kita sebut dengan World Economic Forum Partnership for Indonesia Sutainable Agriculture (WEF-PIASA)," tutur Hatta.

Kerja sama ini, lanjut dia, dibentuk dalam bentuk rangkaian pertukaran informasi dan implementasi inisiatif untuk menerapkan prinsip keberlanjutan bagi pertumbuhan sektor pertanian dalam membantu terwujudnya ketahanan pangan.

"Dalam artian luas, tidak hanya rice, tetapi pangan secara luas," ungkapnya mengenai sasaran kerja sama tersebut.

Hatta pun menyebutkan, para peserta dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk konkret yang disebut dengan 20-20-20 . "Artinya, peningkatan produksi pertanian sebesar 20 persen, menurunkan emisi sebanyak 20 persen, dan mengurangi tingkat kemiskinan di pedesaan sebanyak 20 persen," ungkapnya.

Menurut dia, hal ini merupakan inisiatif dari 14 perusahaan multinasional, di antaranya Nestle, Sinarmas Group, Monsanto, dan Astra International, yang nantinya akan dijabarkan dalam rencana-rencana aksi. Petani pun akan turut dilibatkan di dalamnya, dan akan mencakup seluruh rantai, dari praproduksi hingga pascapanen.

DIKUTIP DARI KOMPAS, MINGGU, 12 JUNI 2011


Artikel Terkait