Kembangkan Perkebunan Karet atau Kelapa Sawit
25 September 2008 Admin Website Artikel 502
#img1# Lebih lanjut Bupati menyebutkan, dengan adanya alokasi dana kampung (ADK) yang diberikan keseluruh kampung di Kubar bertujuan untuk membanguan sarana dan prasarana penunjang di kampung sebagai wadah musyawarah dan mufakat bagi masyarakat kampung. ?Dengan ADK juga diharapkan masyarakat bisa membangun balai pertemuan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di kampung, baik acara keagamaan, dan acara lainya,? kata Bupati.

Selain ADK, sebut Bupati, diberikan juga dana usaha bersama kampung (UBK) dan penyertaan modal koperasi. Dana ini setidaknya, terus dibina, melalui program ini diharapkan bisa menjadi perekat dan pengikat kebersamaan di dalam kampung. "Untuk itu jangan sampai dengan adanya UBK malah menjadi kerenggangan di dalam masyarakat serta saling mencurigai," katanya.

Bupati juga menerangkan, pemerintah memberikan ADK dan UBK maksudnya untuk merekatkan sehingga masyarakat makin akrab makin mau bergotong royong. Karena ada kekawatiran masyarakat kita bukan hanya Kubar tetapi Indonesia makin memburuk budaya gotong royongnya. "Hal tersebut merupakan gejala yang tidak baik oleh sebab itu pemerintah priode 2006-2011 berusaha untuk semaksimal mungkin, mengembalikan semangat bergotong royong dan bertanggung jawab satu sama lainya," terangnya.

Dilanjutkannya pula, dengan bergotong royong juga diharapkan masyarakat makin bersatu karena ibarat pepatah "berat sama dipikul ringan sama dijinjing", gotong royong merupakan adat budaya warisan leluhur kita, yang sekarang sebagian para generasi muda sudah mulai melupakannya. Oleh sebab itu, pemerintah periode 2006-2011 berusaha untuk meningkatkan kebersamaan tersebut melalui gotong royong.

Bupati juga berharap, pembangunan fisik yang dibangun melalui dana ADK disetiap kampung hendaknya kita rawat bersama. "Supaya bukan hanya kita yang bisa menikmatinya tetapi diharapkan bisa sampai kepada anak cucu kita juga bisa menikmatinya," sebutnya. Karena lanjutnya, pemkab tidak akan mampu melakukan hal yang sama setiap tahunya sehingga apa yang telah diperbuat terus kita gunakan dan pelihara.

Ia juga menjelaskan, mengapa pemerintah memilih kopersi bukan PT atau CV tujuannya untuk menghimpun semua orang. Dengan demikian, diharapkan akan tumbuh kampung yang otonom dan mandiri, sehingga dengan adanya koperasi yang terbina dengan baik ekonomi masyarakat makin tumbuh. Maka itulah, masyarakat yang sejahtera seperti di dalam visi yaitu mambanguan Kubar yang masyarakatnya sejahtera, cerdas, sehat, dan produktif berbasiskan ekonomi kerakyatan.

Dinyatakannya pula, pemerintahan periode 2006-2011 telah menggratiskan biaya pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi serta memberikan beasiswa pendidikan dari tingkat SMP sampai perguruan tinggi. Sehingga tambahnya, sumber daya manusia (SDM) di Kubar bisa meningkat. Dengan demikian tingkat kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat, yang mana peningkatan SDM dan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan awal pemerintahan periode 2006-201.

Dalam kesempatan yang sama Bupati juga meminta, agar masyarakat bisa terus meningkatkan usahanya dibidang perkebunan, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat semakin baik. "Apabila masyarakat diberikan bantuan pupuk dari pemerintah hendaknya dimanfatkan dengan baik untuk memupuk tanamanya agar lebih produktif," sarannya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 25 SEPTEMBER 2008

Artikel Terkait