Kebutuhan Kopi Dalam Negeri Masih Besar
31 Januari 2012 Admin Website Artikel 297

JAKARTA. Kebutuhan kopi di Indonesia tergolong besar. Sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan jumlah produksinya.

"Luas area perkebunan kopi di Indonesia tidak sebanding dengan hasil produksi per hektarenya yang diprediksi masih berkisar 600 kilogram per hektare per tahun. Industri kopi kita masih tergolong lemah," kata Wakil Ketua Umum bidang Specialty dan Industri Kopi Pranoto Soenarto, Senin (30/1), seperti dilansir Infobank.

Menurut dia, jika saja diasumsikan bahwa 10% saja orang meminum kopi dari total jumlah penduduk di Indonesia, maka estimasi perhitunganya adalah 10% x 237 juta = 23,7 juta x 7 gram = 165,9 juta gram atau 165,9 ton per hari. Jika seseorang 2x meminum kopi, maka kebutuhan kopi akan berjumlah 121.107 ton/tahun atau 2.018.450 bag.

"Dapat dipastikan kebutuhan kopi untuk lokal saja sudah mencapai 22% dari hasil total ekspor Indonesia," tukasnya.

Ia juga menuturkan, total ekspor Indonesia mencapai 8.856.000 bag atau setara dengan 531.360.000 kg atau 531.360 ton. Bila ditinjau luas area perkebunan kopi di Indonesia yang berkisar 1,3 juta hektare, maka hal itu masih tergolong kecil, karena hasil produksi per hektare diprediksi masih berkisar 600 kilogram per hektare per tahun.

"Saya prediksi 650 ribu ton untuk 2012. Itu harus terealisasi," ucapnya.

Ia juga optimistis target tersebut tidak terpengaruh dengan krisis global yang masih mengintai Indonesia. Bahkan, ia mengaku tidak akan terpengaruh krisis global. “Kita optimistis kok. Krisis global selalu membuat pesimis, kita harus optimistis. Pasti bisa,” yakinnya.

SUMBER : KALTIM POST, SELASA, 31 JANUARI 2012

Artikel Terkait