(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Webinar BINGKA Kupas Strategi Hulu Hilir Pengembangan Kopi Liberika

01 Oktober 2025 Afif Berita Daerah 392
Webinar BINGKA Kupas Strategi Hulu Hilir Pengembangan Kopi Liberika

PENAJAM PASER UTARA. Kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga identitas dan potensi ekonomi. Inilah semangat yang diangkat Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) dan Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FKPB) berkolaborasi dengan Direktorat Ketahanan Pangan Otorita IKN saat menggelar Webinar BINGKA KALTIM Seri Ke-9 bertajuk “Menggali Potensi Pengembangan Kopi Liberika di Kalimantan Timur sebagai Komoditas Unggulan” yang diawali dengan Penanaman Kopi Liberika di Embung MBH KIPP-IKN dalam rangka memperingati Hari Kopi Sedunia.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Serba Guna Kemenko 3 Tower 1, Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (1/10/2025), secara resmi dibuka oleh Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menghadirkan para pakar, praktisi, hingga pelaku usaha kopi untuk membedah peluang besar kopi Liberika sebagai komoditas masa depan Kaltim.

Dalam sambutannya, Ketua Harian FKPB, Yus Alwi Rahman, menyampaikan bahwa kopi Liberika memiliki keunggulan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi agroekosistem tropis di Kaltim.

“Liberika cepat beradaptasi dengan lahan dan iklim kita. Aroma yang kuat, rasa yang berani, inilah diferensiasi yang bisa menjadi nilai jual tinggi dibanding Arabika dan Robusta,” ungkap Yus Alwi.

Menurutnya, karakter khas Liberika menjadikannya peluang baru bagi petani untuk diversifikasi komoditas kopi, apalagi tren global kini sedang mengarah pada kopi spesial yang unik dan autentik.

Jalannya webinar dipandu oleh Henny Herdiyanto sebagai moderator, yang memastikan diskusi berlangsung interaktif antara narasumber dan peserta dari berbagai kalangan.

Dalam diskusi, sejumlah wilayah seperti Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Samarinda disebut sebagai kantong potensial pengembangan Liberika. Selain memiliki kesesuaian lahan, daerah-daerah ini juga memiliki komunitas petani yang siap bergerak apabila ada dukungan serius dari pemerintah dan pasar.

Pengembangan Liberika diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga membuka rantai nilai baru dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber berkompeten, antara lain Santi Fitria Sari dari Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjenbun Kementan RI, Ari Wibowo dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Didin Hamid dari Asosiasi Cafe dan Barista Kaltim, serta praktisi kopi Slamet Prayoga.

Kehadiran para pakar ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem kopi Liberika Kaltim yang berkelanjutan, mulai dari riset varietas, pendampingan teknis, penguatan pasar, hingga edukasi konsumen.

Kegiatan ditutup oleh Plt. Kepala Disbun Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Taufiq Kurrahman. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Kaltim memiliki beragam komoditas perkebunan strategis seperti kelapa sawit, karet, kakao, lada, aren, dan kopi.

Taufiq juga menyampaikan bahwa Kaltim telah memiliki tiga Indikasi Geografis (IG) yakni lada Malonan, kakao Berau, dan gula aren Tuana Tuha, serta lahirnya MPIG Tapak Prabu di Prangat pada 2025.

“Dengan menggali potensi Liberika, kita tidak hanya bicara soal kopi, tetapi juga tentang penguatan identitas daerah dan dorongan bagi ekonomi hijau yang berkelanjutan. Harapan kami, Liberika bisa menorehkan cerita baru perkebunan Kaltim dan menjadi ikon kebanggaan hingga level internasional,” pungkas Taufiq. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait