Jangan Sampai Penas Terganggu karena BBM
13 Juni 2011 Admin Website Artikel 341

SAMARINDA - Pemerintah harus melakukan kalkulasi yang tepat agar pelaksanaan Penas tidak terganggu oleh hal-hal yang sebenarnya bisa diestimasi. Salah satunya adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) terutama premium dan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di titik strategis pendukung pelaksanaan Penas Petani Nelayan XIII di Tenggarong.

"Gubernur telah berkirim surat ke Pertamina agar ketersediaan BBM selama pelaksanaan Penas mendapat perhatian serius. Kita tentu tidak ingin, Penas berantakan lantaran antrian panjang di SPBU," kata Asisten Administrasi Umum Pemprov Kaltim, HM Aswin yang dalam Penas kali ini menjadi koordinator bidang kesekretariatan, di ruang kerjanya, Jumat (10/6). Pemprov Kaltim perlu mengingatkan sebab, Penas diprediksi bakal dibanjiri 30.000 peserta, bahkan tidak tertutup kemungkinan lebih banyak.

Para peserta yang datang tersebut, suka tidak suka pasti akan sangat membutuhkan transportasi. Bisa dibayangkan, berapa jumlah kendaraan yang akan beredar sepanjang pelaksanaan Penas tersebut. Sebab itu, antisipasi yang dicoba dilakukan dengan meminta tambahan quota BBM sepanjang pelaksanaan Penas sebanyak 1.800 kilo liter, masing-masing untuk premium 1.000 kilo liter dan solar 800 kilo liter sudah sangat tepat. Apalagi kabar dari Jakarta menyebutkan, pemerintah dan Pertamina sudah menyetujui usulan penambahan quota tersebut.

"Kita pasti tidak ingin Kaltim jadi bahan tertawaan. Kaltim adalah lumbung dan penghasil migas, bahkan pembuat dan pengolah migas malah kekurangan BBM. Sangat tidak lucu jika ini sampai terjadi," sindir Aswin. Ia melanjutkan, Pemprov dengan koordinasi berbagai pihak terus berupaya agar stok BBM benar-benar aman saat pelaksanaan Penas. Pertamina dan Kementerian ESDM yang berkaitan erat dengan urusan penambahan BBM tersebut hendaknya memberikan dukungan yang baik hingga even akbar petani dan nelayan nasional itu berjalan lancar.

"Jangan karena masalah prosedur, Penas lalu jadi kacau dan berantakan. Prosedur harus tetap kita ikuti, namun kerjasama semua pihak terkait sangat kami butuhkan" tegas Aswin. Sejumlah titik SPBU yang menurut Aswin perlu mendapat perhatian diantaranya adalah SPBU di Jalan Suryanata Samarinda dan SPBU di Kampung Teluk Dalam dan SPBU di Tenggarong Seberang.

Jika terjadi antrian panjang di titik-titik tersebut, maka secara langsung keperluan transportasi Penas pasti akan sangat terganggu. "SPBU di dalam dan pinggiran kota Tenggarong juga harus diperhatikan, sebab masalahnya nanti juga hampir sama. Kami ingin semua armada yang akan mendukung pelaksanaan Penas tidak terganggu dengan permasalahan BBM," kata Aswin.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM


Artikel Terkait